SWARAMANDAR.COM, MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menunjukkan kepedulian lintas daerah dengan menghimpun donasi kemanusiaan sebesar Rp1,005 miliar untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut). Penggalangan dana tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) bersama Wakil Gubernur Salim S Mengga, Forkopimda, dan enam pemerintah kabupaten se-Sulbar melalui pertemuan virtual, Rabu (3/12/2025).
Dalam rapat tersebut, seluruh unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, dan perwakilan kabupaten sepakat bergerak cepat membantu pemulihan tiga provinsi yang sedang menghadapi situasi darurat bencana. Gubernur SDK menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata rasa kebangsaan dan komitmen solidaritas antarwilayah.
“Hari ini kita rapat dengan enam kabupaten, Forkopimda dan instansi vertikal membahas kepedulian kita terhadap bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Ini bagian dari tanggung jawab moral dan bukti nyata NKRI,” ujar Gubernur SDK.
Hingga rapat berakhir, total komitmen donasi yang dihimpun mencapai Rp1.005.000.000, yang akan disalurkan secara merata—masing-masing Rp335 juta untuk Aceh, Sumbar, dan Sumut. Gubernur SDK menjelaskan bahwa skema pembagian merata dipilih agar seluruh wilayah terdampak dapat menerima dukungan yang proporsional dan terukur.
“Alhamdulillah kita kumpulkan Rp1,005 miliar. Kita bagi rata, 335 juta per provinsi agar semuanya mendapat dukungan yang sama,” jelasnya.
Pemprov Sulbar juga membuka ruang partisipasi lebih luas bagi para pengusaha, organisasi masyarakat, dan warga Sulbar yang ingin turut serta dalam aksi solidaritas. Mekanisme donasi tetap berjalan selama masa tanggap darurat di wilayah terdampak.
“Kami masih menunggu partisipasi para pengusaha dan masyarakat yang ingin menyumbang. Ini kesempatan kita menunjukkan solidaritas,” tambah Suhardi Duka.
Gubernur SDK menegaskan bahwa bantuan akan dikirim dalam bentuk dana untuk memastikan efektivitas dan fleksibilitas pemanfaatannya di daerah terdampak bencana. Namun, Pemprov Sulbar tetap membuka opsi fasilitasi pengiriman barang bagi masyarakat yang ingin memberikan sumbangan non-tunai.
“Penyaluran bantuan dilakukan dalam bentuk dana agar lebih efektif. Namun bila masyarakat ingin mengirim barang, Pemprov siap memfasilitasi pengirimannya,” tuturnya.
Langkah solidaritas lintas provinsi ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di Aceh, Sumbar, dan Sumut, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan nasional. Pemprov Sulbar memastikan seluruh donasi akan disalurkan secara transparan dan tepat sasaran.







