SWARAMANDAR.COM, Setelah Hari Raya Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam memasuki hari yang disebut Hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada hari-hari tersebut, umat Islam dilarang berpuasa karena termasuk hari makan, minum, dan bersyukur kepada Allah SWT.
Apa Itu Hari Tasyrik?
Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha. Pada masa ini, umat Islam masih melaksanakan penyembelihan hewan kurban, memperbanyak takbir, dzikir, serta menikmati makanan dari hasil kurban.
Dalil Larangan Puasa Hari Tasyrik
Rasulullah SAW bersabda:
“Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.”
(HR. Muslim no. 1141)
Hadits ini menjadi dasar utama larangan berpuasa pada tanggal 11–13 Dzulhijjah.
Dalil lain menyebutkan:
“Rasulullah melarang berpuasa pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Selain itu terdapat riwayat:
“Janganlah kalian berpuasa pada hari-hari ini, karena itu adalah hari makan dan minum.”
(HR. Ahmad)
Hukum Puasa Setelah Idul Adha
Mayoritas ulama sepakat bahwa puasa pada Hari Tasyrik hukumnya haram bagi umat Islam, baik puasa sunnah maupun puasa wajib.
Namun terdapat pengecualian bagi sebagian jamaah haji yang tidak mampu menyembelih hadyu (hewan dam). Berdasarkan riwayat dari Ibnu Umar dan Aisyah RA:
“Tidak diberi keringanan berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi orang yang tidak mendapatkan hewan hadyu.”
(HR. Bukhari)
Mengapa Puasa Dilarang?
Larangan ini memiliki hikmah besar, di antaranya:
- Sebagai bentuk syukur kepada Allah
Umat Islam dianjurkan menikmati rezeki dan makanan dari kurban. - Mempererat silaturahmi
Hari Tasyrik menjadi waktu berkumpul bersama keluarga dan masyarakat. - Menampakkan syiar Islam
Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan menikmati nikmat Allah.
Contoh Puasa yang Tidak Boleh Dilakukan
Berikut contoh puasa yang dilarang pada Hari Tasyrik:
- Puasa Senin-Kamis jika bertepatan tanggal 11–13 Dzulhijjah
- Puasa Ayyamul Bidh tanggal 13 Dzulhijjah
- Puasa sunnah biasa
- Puasa nazar (menurut mayoritas ulama tetap tidak boleh dilakukan saat Hari Tasyrik)
Kapan Boleh Puasa Lagi?
Puasa boleh dilakukan kembali setelah Hari Tasyrik selesai, yaitu mulai tanggal 14 Dzulhijjah.
Contohnya:
- Puasa qadha Ramadan
- Puasa Senin-Kamis
- Puasa Ayyamul Bidh (14 dan 15 Dzulhijjah)
- Puasa sunnah lainnya
Amalan yang Dianjurkan Saat Hari Tasyrik
Daripada berpuasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak:
- Takbir
- Tahmid
- Dzikir
- Sedekah
- Silaturahmi
- Makan dari daging kurban
Kesimpulan
Hari Tasyrik setelah Idul Adha, yaitu tanggal 11–13 Dzulhijjah, adalah hari yang diharamkan untuk berpuasa berdasarkan hadits shahih Rasulullah SAW. Hari-hari tersebut merupakan waktu makan, minum, berdzikir, dan bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat dan ibadah kurban.







