Opini  

Pelajaran Penting dari Perang Iran Melawan Amerika Serikat

Oleh: Ibu Sunarti (Pemerhati Sosial)

Perang yang belum lama ini berlangsung antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi seluruh dunia. Selama berpuluh-puluh tahun kita dibuat percaya bahwa Amerika Serikat dan Israel merupakan negara adidaya yang tak terkalahkan.Tapi faktanya, mereka justru kesulitan melawan satu negara muslim yaitu Iran.

Setelah konflik Amerika Serikat-Iran yang berlangsung selama lebih dari 40 hari, akhirnya bersepakat untuk gencatan senjata. Yang membuat heboh, selama ini Amerika Serikat merasa sok berkuasa, tapi ternyata ia harus menerima 10 poin tuntutan berat yang diajukan oleh Iran.

Di Antara tuntutan tersebut adalah Iran ingin diakui haknya untuk mengolah uranium, pencabutan berbagai sanksi ekonomi, penarikan pasukan Amerika Serikat dari kawasan Timur Tengah, dan lain-lain. Hal itu merupakan bukti nyata bahwa sesungguhnya Amerika Serikat tidak sekuat yang mereka proklamirkan selama ini. Iran berhasil membuktikan bahwa keberanian, ketangguhan, dan keteguhan hati dapat menandingi kekuatan militer dan teknologi meski tergolong sangat canggih.

Mitos Kekuatan dan Realitas Berbagai Pengkhianatan

Ada beberapa hal yang dapat dicermati:
Pertama: Kekuatan Amerika Serikat dan Israel. Mereka kuat tapi bukan berarti tidak ada yang dapat mengalahkan. Ketika ada kemauan yang kuat untuk mempertahankan tanah air dan prestise (harga diri), maka kekuatan material bisa dipatahkan. Terbukti Iran berhasil menggagalkan strategi perang kilat, bahkan mampu menyerang balik target-target militer musuh dengan sangat strategis.

Baca Juga  Dari Pidana ke Pemulihan: Tantangan Restoratif Desa dan Kecamatan di Era KUHP Baru

Kedua, tentang persekutuan. Dunia politik memang kejam, seperti kata pepatah, “tidak ada kawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi”. Amerika Serikat mencoba mengerahkan sekutunya untuk ikut perang, tetapi mereka enggan terlibat langsung. Mereka takut terkena dampaknya dan mendapat kerugian yang besar.

Jadi kadang melihat fakta yang semu, hari ini kelihatan akur, besok bisa jadi bermusuhan jika kepentingan mereka berbeda. Saat Iran berjuang mati-matian melawan kekuatan dunia, ternyata masih ada saja beberapa penguasa negeri muslim lain yang bersekutu dan memihak kepada negara adidaya tersebut. Mereka lebih mengutamakan jabatan, harta dan keselamatan diri sendiri dibanding ukhuwah Islamiyah (solidaritas sesama Muslim).

Sikap pengkhianatan tersebut jelas-jelas memperlemah kekuatan umat Islam secara keseluruhan. Bagaimana mungkin umat Islam bisa bangkit dan disegani dunia jika sesama saudara seiman saling tikam?

Namun, hikmah dari semua ini adalah Iran sendirian saja bisa membuat Amerika Serikat dan Israel kelabakan dan terpaksa menurunkan ego untuk duduk di meja perundingan. Terlebih lagi jika kaum muslim bersatu, maka pasti membuat musuh semakin tak berdaya.

Baca Juga  Darurat Narkoba, Butuh Solusi Nyata

Sejatinya potensi kesatuan negeri muslim bisa menjadi kekuatan global baru. Negeri-negeri muslim harus mempunyai keyakinan yang kuat bahwa Amerika Serikat dan Israel dapat dikalahkan, sebab faktanya mereka tidak mempunyai kekuatan besar ketika persatuan itu terwujud.

Pentingnya Penerapan Sistem Islam

Untuk itu, kesadaran umat akan pentingnya persatuan perlu diwujudkan dengan senantiasa berpegang teguh pada tali agama Allah (Islam). Sebagaimana Firman Allah Swt.:

“Berpegang teguhlah kamu pada tali agama Allah, jangan bercerai berai, ingatlah nikmat Allah yang diberikan kepadamu ketika dahulu kamu bermusuhan lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. Ingatlah ketika itu kamu di jurang tepi neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk,” (TQS Ali Imran:103).

Kesatuan negeri muslim akan mampu mengalahkan hegemoni negara adidaya kafir. Umat Islam harus mempunyai kesadaran untuk mengembalikan kemuliaan dengan menegakkan kepemimpinan Islam. Sebab hanya itulah jalan untuk membebaskan penderitaan negeri-negeri muslim yang masih terjajah hingga saat ini.

Umat Islam juga harus paham bahwa menegakkan sistem Islam amat penting. Karena dengan itu ketaatan pada seluruh syariat Islam bisa diwujudkan dalam seluruh aspek kehidupan, mulai dari sistem pendidikan, ekonomi, pergaulan, hukum, dan lain-lain.

Baca Juga  Gugurnya Penjaga Gawang, Bangkitnya Penjaga Baru

Bukan hanya kaum muslim yang berhak mendapatkan jaminan ketika sistem Islam diterapkan, tetapi seluruh manusia bisa terbebas dari penderitaan yang diakibatkan oleh penerapan sistem kapitalisme global.

Kekuatan gabungan dari seluruh umat Islam akan mampu meruntuhkan hegemoni negara-negara adidaya yang selama ini menindas kita. Sistem Islam hadir bukan hanya untuk berperang, melainkan untuk membebaskan umat muslim yang tertindas. Negeri-negeri muslim yang tertindas hingga kini seperti Palestina, Afganistan, dan berbagai negeri muslim lain yang masih dijajah dan dalam tekanan kekuatan asing akan dibebaskan sepenuhnya.

Sistem Islam dengan misi dakwah dan jihad akan mewujudkan rahmatan lil’ alamin. Dengan kombinasi antara dakwah yang senantiasa menyebarkan kebenaran dan jihad untuk membela keadilan. Sistem Islam akan membawa perdamaian dan rahmat ke seluruh penjuru dunia, bukan penindasan seperti yang dilakukan oleh sistem kapitalisme sekuler saat ini.

Perjuangan menegakkan sistem Islam adalah kewajiban bagi setiap muslim. Kaum muslim wajib melakukan aktivitas dakwah melalui dakwah jama’ah. Hanya dengan jalan tersebut umat Islam akan mendapat kemuliaan.
Wallahu A’lam. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *