Mamuju  

RSUD Mamuju Resmi Buka Layanan TBC Resisten Obat, Perkuat Akses Pengobatan dan Dukung Program PHTC Nasional

SWARAMANDAR.COM, MAMUJU — Upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia kembali mendapat penguatan signifikan. RSUD Kabupaten Mamuju resmi membuka Layanan Tuberkulosis Resisten Obat (TBC-RO), menjadikan fasilitas kesehatan ini sebagai bagian penting dari jejaring layanan rujukan TBC-RO di Provinsi Sulawesi Barat. Keberadaan layanan ini menjadi terobosan penting bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pengobatan komprehensif.

Pembukaan layanan ini sekaligus melengkapi jejaring Rumah Sakit Layanan TBC-RO sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/350/2017. Dengan demikian, masyarakat di Mamuju dan sekitarnya kini dapat mengakses pemeriksaan, terapi, pemantauan intensif, hingga konseling TBC-RO secara lebih mudah dan terstandar.

Layanan yang beroperasi di RSUD Mamuju ini didukung sistem pemantauan pengobatan yang ketat, pendampingan pasien selama terapi jangka panjang, serta integrasi pencatatan dan pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Kolaborasi lintas pihak—antara RSUD Mamuju, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju—terus diperkuat untuk memastikan alur rujukan berjalan tanpa hambatan.

Baca Juga  Cuti Bersama Idulfitri 2025, ASN Wajib Lapor Kehadiran Pasca Libur

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyatakan bahwa penguatan layanan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga  6 Kabupaten Bersaing di STQH XI Sulbar, Gubernur SDK: Siapkan untuk Berlaga Tingkat Nasional

“Penanganan TBC merupakan prioritas dalam PHTC. Kehadiran layanan TBC-RO di RSUD Mamuju memberikan akses lebih dekat, lebih aman, dan lebih terstandar bagi masyarakat yang membutuhkan pengobatan TBC resisten obat. Ini langkah besar dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TBC di Sulawesi Barat,” jelasnya.

Ia menambahkan, layanan ini sejalan dengan Visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang dipimpin Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, terutama dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.

Baca Juga  Dukung UMKM Lokal, Gubernur Suhardi Duka Belanja Langsung di Pekan Ekonomi Syariah BI Sulbar

Dengan beroperasinya layanan TBC-RO ini, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat optimistis cakupan deteksi dini dan angka keberhasilan terapi TBC-RO akan meningkat signifikan. Masyarakat diimbau melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, keringat malam, penurunan berat badan, atau kelelahan tanpa sebab yang jelas.

RSUD Kabupaten Mamuju juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat upaya eliminasi TBC melalui deteksi dini, kepatuhan minum obat, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat. Layanan TBC-RO kini telah resmi beroperasi dan siap melayani masyarakat demi terwujudnya Mamuju Sehat dan Sulbar Bebas TBC 2030.

(Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *