Mamuju  

Pemudik asal Balikpapan Padati Pelabuhan Feri Mamuju

MAMUJU – Jelang Lebaran Idhul Fitri 1444 Hijriah, ratusan penumpang kapal laut yang berasal dari Balikpapan kini mulai berdatangan di Pelabuhan Feri Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (08/04/2023).

Mereka merupakan perantauan yang melakukan mudik dan menumpangi kapal feri dari Balikpapan asal Kalimantan Timur menuju Sulawesi Barat.

Mereka tiba di Mamuju menggunakan kapal KM Laskar Pelangi dengan kapasitas penumpang sekitar 700 orang.

Ini merupakan gelombang pertama arus mudik di pekan kedua bulan Suci Ramadan 2023.

Baca Juga  Gubernur Sulbar Tinjau Pasar, Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran

Seorang pemudik bernama Hasdianto mengaku merupakan warga Desa Kalonding, Sampaga Mamuju. Hasdianto memilih mudik lebih awal karena takut kehabisan tiket kapal.

“Saya terus terang lebih cepat mudik ke Mmauju karena takut kehabisan tiket kalau kita terlambat pemudik, biasanya membludak kalau 5 hari mau lebaran,” kata Hasdianto kepada Tribun-Sulbar.com.

Dia mengaku,penumpang kapal yang ditumpanginya itu sangat membludak di atas kapal pemudik dari Ibu Kota Negara (IKN) itu berdesak-desakan.

Baca Juga  Dukcapil Sulbar: Dokumen Kependudukan yang Sah adalah Kunci Utama Pendaftaran Haji

“Banyak sekali mi penumpang, makanya saya lebih dulu memilih pulang kampung,” ujarnya.

Hasdianto memilih transportasi laut karena harga tiket jauh lebih murah dan sangat ekonomis.

Pantauan wartawan di lapangan, kapal mulai sandar di Pelabuhan Feri Simboro, Mamuju, sekitar pukul 11.30 Wita siang.

Setibanya,ratusan penumpang langsung berdesak-desakan turun dari kapal. Pemudik yang turun dari kapal mengharuskan petugas berulang kali mengingatkan dan mengimbau pemudik agar tetap tertib keluar dari dermaga.

Baca Juga  Pemprov Sulbar Susun RIPJPID 2025-2029 untuk Dorong Riset dan Inovasi Berbasis Daerah

Kendaraan penjemput atau mobil sewa terus diingatkan petugas untuk tidak memarkir sembarang kendaaranya. Para penumpang sedang sibuk membawa barang-barang bawaanya.

Buruh kapal dan penjual asongan langsung menawari jasa angkat barang ke penumpang yang turun dari kapal tersebut.

Sedangkan petugas karantina mengawasi penumpang dan memeriksa kendaraan yang baru keluar dari kapal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *