Mamuju  

Dalami Makna Isra Mi’raj, Gubernur Suhardi Duka: Pemimpin Harus Mencintai Rakyat Tanpa Sekat

SWARAMANDAR.COM, MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menekankan pentingnya filosofi kepemimpinan yang berlandaskan kasih sayang kepada rakyat saat menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 H. Acara yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Masjid Nurul Huda Tasiu, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Kamis malam (15/1/2025).

Kehadiran orang nomor satu di Bumi Manakarra ini disambut hangat oleh ratusan jamaah. Dalam balutan suasana religius, Suhardi Duka menyampaikan pesan mendalam mengenai tanggung jawab moral seorang pemimpin yang harus sejalan dengan kepentingan masyarakat kecil.

“Esensi dari kepemimpinan adalah pengabdian. Tidak ada presiden maupun pemimpin daerah yang tidak mencintai rakyatnya. Kecintaan itulah yang menjadi ruh dari setiap kebijakan yang diambil,” ujar Suhardi Duka di hadapan para jamaah.

Baca Juga  Gubernur Sulbar Buka KKE-PEKSyar 2025, BI Targetkan Transaksi Rp11 Miliar untuk Dongkrak UMKM

Suhardi juga membedah potret keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat melalui sinergi program nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia mencontohkan langkah konkret pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan dan sumber daya manusia.

“Kita melihat komitmen besar pada sektor pangan. Alokasi pupuk subsidi yang tadinya 9 juta ton, kini dinaikkan dua kali lipat menjadi 18 juta ton. Ini bukti nyata agar petani kita berdaya. Begitu juga dengan program gizi anak dan Sekolah Rakyat, di mana negara hadir untuk memastikan anak-anak kurang mampu tetap memiliki masa depan yang cerah melalui pendidikan berasrama,” paparnya.

Baca Juga  Harga Beras Naik, Pemprov Sulbar Surati Pusat Minta Penyaluran Stok SPHP Bulog

Di level provinsi, Suhardi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memacu perbaikan infrastruktur, layanan kesehatan, dan kualitas pendidikan secara bertahap. Menurutnya, stabilitas daerah hanya bisa tercapai jika pemerintah berlaku adil dan tidak diskriminatif.

“Jika pemerintah mencintai rakyatnya tanpa membeda-bedakan, dan mendahulukan skala prioritas untuk kepentingan umum, maka rakyat akan memberikan kepercayaan penuh. Sebaliknya, ketidakadilan adalah pintu utama munculnya kekacauan,” tegasnya.

Ada momen menyentuh di tengah sambutannya saat Suhardi merefleksikan perjalanan hidupnya. Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan memikul amanah sebagai gubernur. Baginya, posisi saat ini adalah takdir sekaligus ujian dari Allah SWT yang harus dijalankan dengan integritas.

Baca Juga  Kesbangpol Sulbar Terima Audiens GAMKI dan GMKI, Dorong Kolaborasi Pembangunan Sesuai Visi-misi Gubernur dan Wagub

“Saya hadir di Kalukku malam ini karena mendengar kerinduan masyarakat. Hati saya tersentuh. Saya memilih membatalkan agenda lain demi bisa bertatap muka langsung dengan saudara-saudara di sini. Saya pun merasakan kerinduan yang sama,” ucapnya yang disambut riuh haru para jamaah.

Menutup arahannya, Suhardi Duka mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum untuk mempererat ukhuwah islamiyah dan kebersamaan dalam membangun Sulawesi Barat yang lebih maju.

Turut mendampingi Gubernur dalam kegiatan tersebut, jajaran pejabat teras Pemprov Sulbar di antaranya Kepala Badan Kesbangpol, Plt. Kasatpol PP dan Damkar, Plt. Karo Pemkesra, serta jajaran Tim Ahli Gubernur Bidang Hubungan Antar Lembaga. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *