Mamuju  

Angin Jadi Tantangan, 55 Perahu Sandeq Akhirnya Merapat di Finis Etape IV Sandeq Silumba 2025

SWARAMANDAR.COM, MAMUJU – Sebanyak 55 perahu Sandeq yang menjadi peserta ajang Sandeq Silumba 2025 berhasil merapat ke garis finis Etape IV di Pantai Manakarra, Mamuju, Senin (25/8/2025).

Etape IV ini berawal dari Pantai Deking, Majene, menuju garis finis di jantung ibu kota Sulawesi Barat, Mamuju. Ribuan warga tampak antusias menyambut kedatangan para passandeq yang berjuang mengarungi ombak dan angin laut.

Momen bersejarah ini turut disaksikan langsung oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK), bersama jajaran Forkopimda dan Pemkab Mamuju. Hadir pula Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba 2025, Syamsul Samad, yang mendampingi gubernur di Dermaga Lanal Mamuju.

Baca Juga  SDK: Jangan Mencoba Menyogok Gubernur untuk Menjadi Pejabat

Dalam keterangannya, Gubernur SDK mengungkapkan bahwa kondisi angin menjadi tantangan utama para peserta di etape kali ini.

“Mereka tadi saya lihat banyak mendayung. Apa boleh buat karena kita tergantung sama angin,” ujar Suhardi Duka.

Baca Juga  Seribu Lebih Peserta dari Berbagai Provinsi Visit to Sulbar, Siap Ikuti Turnamen Domino Nasional Pemprov Sulbar

Meski demikian, gubernur tetap optimistis bahwa etape berikutnya akan berlangsung lebih meriah. Ia bahkan menyebut bahwa Wakil Menteri Pariwisata dijadwalkan hadir langsung menyaksikan perlombaan.

“Insya Allah besok lebih seru lagi. Setelah mendarat, Wakil Menteri Pariwisata akan menuju Tommo, lalu hadir menyaksikan perlombaan. Rencananya sekitar pukul 14.00 Wita,” tambahnya.

Sebagai salah satu event budaya maritim terbesar di Indonesia, Sandeq Silumba 2025 bukan hanya kompetisi perahu tradisional, tetapi juga pesta rakyat yang menyatukan masyarakat pesisir Sulbar. Ajang ini telah menjadi ikon warisan budaya bahari Mandar yang selalu dinantikan setiap tahunnya.

Baca Juga  Bangun Mindset Kepemimpinan Digital, Biro Barjas Apresiasi Pelatihan DLA

Dengan merapatnya 55 perahu di garis finis, etape IV menandai semangat juang passandeq yang tetap teguh menghadapi keterbatasan angin dan ombak. Gelombang sorak-sorai penonton di Pantai Manakarra menjadi bukti bahwa Sandeq adalah kebanggaan Sulawesi Barat yang terus hidup dan lestari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *