Mahyuddin memaparkan, kasus ini banyak terjadi, namun yang persis sama di SMAN 2 Majene, yaitu kasusnya Ponpes Lampoko. “Banyak faktor sehingga terlambat, salah satunya siswa yang beda NISN antara SD dan SMP, itu yang mau dicocokkan secepatnya, tidak ditahu mana yang diambil. Kita terima saja apa yang terjadi, memang dilema sekali tahun ini, pembukaannya saja sempit sekali waktunya, cuma sebulan, dulu lebih sebulan. Sekolah peserta bertambah, waktu dipersempit, jadi memang boleh kita katakan, ada kesalahannya juga ini kementerian. Juga membuka perpanjangan waktu cuma sehari, itu pun hanya sekolah tertentu, sementara tahun lalu, perpanjangan tiga hari, semua sekolah bisa ikut, selesai tidak selesai. Itu adil, sekarang ini tidak adil sekali, karena yang minta diperbaiki hanya yang tinggal klik. Jadi sekolah yang lain tidak bisa,” pungkasnya.
122 Siswa Berprestasi SMAN 2 Majene Gagal Ikut SNBP, Sejumlah Alasan Muncul






