Mahyuddin menjelaskan, diantara 3 siswa itu, ada yang kategori eligible yang tidak bisa masuk. “Saya tidak tunggu lagi, daripada itu yang bikin terlambat. Tiba waktunya kita menginput nilai pada Kamis, nilai sudah diolah, karena formatnya tahun ini agak berbeda dengan tahun lalu, karena kita gunakan kurikulum merdeka,” jelasnya.
Sekolah lain, lanjut Mahyuddin, masih menggunakan kurikulum 13. Itu mudah mereka, kita disini gunakan kurikulum merdeka yang agak rumit pengisiannya. Ketika ada titik koma saja yang berbeda di aplikasi SNBP, pasti ditolak. Kita perbaiki lagi. Ternyata pada Jumat, kita upload lagi, tidak bisa karena ada titik koma yang berbeda. Kita perbaiki upload ulang, lolos satu semester,” jelasnya.
Mahyuddin menambahkan, setelah itu, saat dicoba upload untuk semester dua dan harus diulang karena ada yang diperbaiki. “Sekitar 30 menit diperbaiki, masih ada kesalahan, upload lagi, jaringan sudah gangguan,” kesalnya.
Akibatnya, 122 siswa SMAN 2 Majene yang berprestasi, baik akademik maupun non akademik tidak bisa ikut SNBP. ” Kalau tidak bisa masuk jalur SNBP, maka boleh jalur TWK, jadi sebenarnya tidak ada yang dirugikan, karena masih ada kesempatan. Beda dengan SMA 17 Makassar, itu sama sekali tidak bisa daftar perguruan tinggi, karena biar siswanya saja, tidak ada nama-namanya, kosong,” lanjutnya.







