SWARAMAMDAR.COM, MATENG – Upaya menumbuhkan budaya membaca di kalangan pelajar terus digelorakan. Komunitas Gen Literasi Mamuju Tengah (GLM) hadir di SMKN 1 Tobadak, Selasa (19/8/2025), dengan mengusung semangat mendukung program Wajib Baca 20 Buku yang dicanangkan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK).
Program ini menjadi salah satu terobosan penting untuk memacu siswa SMA/SMK sederajat agar lebih akrab dengan buku dan menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup mereka sebelum lulus sekolah.
Kegiatan sosialisasi yang digelar GLM disambut hangat oleh pihak sekolah. Antusiasme terlihat dari para siswa yang aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari diskusi hingga sesi motivasi yang diberikan penggiat literasi.
“Alhamdulillah, kegiatan ini didukung penuh oleh pihak sekolah sebagai upaya bersama membangkitkan semangat membaca dan berkarya di kalangan siswa,” ujar Hj. Bidan Norma, Koordinator GLM.
GLM sendiri memiliki empat pilar utama gerakan literasi, yakni bedah film, diskusi ngopi, kelas minat dan bakat, serta lapak baca gratis. Dalam waktu dekat, komunitas ini akan menambahkan kelas menulis dan content creator sebagai wadah baru bagi anak muda Mamuju Tengah untuk mengekspresikan kreativitas mereka.
Para siswa pun tampak sangat antusias. Banyak di antara mereka bahkan langsung mendaftarkan diri untuk bergabung dalam komunitas. “Kegiatan kali ini sangat menarik karena mendorong kami mengenali potensi diri dan tidak takut untuk berkarya,” ungkap Desi, siswi kelas 12 TKJ SMKN 1 Tobadak.
Tak hanya di Tobadak, kegiatan ini akan berlanjut ke sekolah-sekolah lain di Mamuju Tengah. SMKN 1 Topoyo menjadi lokasi berikutnya, sebelum menjangkau seluruh SMA/SMK di kabupaten tersebut.
Antri, salah satu pegiat literasi Mamuju Tengah, menuturkan bahwa GLM ingin menjadi wadah bagi anak muda untuk menemukan bakat mereka. “Kami hadir untuk menampung potensi generasi muda agar bisa dimaksimalkan sesuai kemampuan masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Diego Kohler, pemateri literasi dalam kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya literasi di era modern. “Harapannya, kegiatan ini bisa mendongkrak kualitas SDM Sulbar, khususnya di Mamuju Tengah. Anak muda harus bisa mengarahkan masa depannya sendiri dan membaca peluang yang ada,” ujarnya.
Dalam sesi materi, GLM menekankan bahwa literasi bukan hanya soal baca-tulis. Lebih dari itu, literasi adalah keterampilan mengelola informasi dengan tepat sehingga bisa dipakai untuk pengembangan diri, baik dalam bentuk karya tulis, digital, maupun keterampilan kreatif lainnya.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan inspiratif. Para siswa terlihat aktif bertanya, berdiskusi, hingga berbagi ide mengenai karya yang ingin mereka ciptakan ke depannya.
Dengan dukungan penuh masyarakat dan pemerintah, Gen Literasi Mamuju Tengah optimistis gerakan literasi akan menjadi budaya baru yang tumbuh subur di kalangan pelajar. Harapannya, generasi muda Sulbar mampu tumbuh sebagai pribadi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing tinggi.







