Mamuju  

BI di Retret Pemprov Sulbar: Digitalisasi, UMKM, dan Ekonomi Syariah Jadi Pilar Pertumbuhan Daerah

SWARAMANDAR.COM, MAMUJU – Dalam momen reflektif Retret Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar), Sabtu (19/7/2025), Bank Indonesia (BI) menyampaikan peta jalan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sulbar yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Perwakilan BI Sulbar, Eka Putra Budi Nugroho, memaparkan secara komprehensif kondisi ekonomi global, nasional, dan daerah, serta strategi konkret yang tengah dijalankan BI untuk memperkuat fondasi ekonomi Sulbar.

Potret Ekonomi: Stabil, Tapi Butuh Akselerasi

Eka mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi global diperkirakan bertahan di angka 2,8% pada 2025, meski masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan kebijakan tarif global. Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025 tercatat sebesar 4,87% (yoy), sedikit turun dibanding triwulan sebelumnya.

Baca Juga  Dukung Visi SDK-JSM, Pesawat Batik Air Resmi Kembali Beroperasi di Bandara Tampa Padang Mamuju Minggu 22 Juni 2025

Khusus Sulbar, ekonomi tumbuh sebesar 4,83% (yoy) di triwulan I 2025, melambat dari 6,65% di triwulan sebelumnya dan masih berada di bawah rata-rata nasional. Meski demikian, Eka menilai struktur ekonomi Sulbar memiliki kekuatan tersendiri yang bisa dikembangkan lebih jauh.

“Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung, disusul industri pengolahan. Komoditas seperti kelapa sawit, kakao, dan kopi menyimpan potensi besar jika dikelola dengan pendekatan yang tepat dan terintegrasi,” ungkapnya.

CPO (Crude Palm Oil) masih menjadi andalan ekspor Sulbar dengan kontribusi mencapai 92,32% dari total ekspor 2024. Namun, Eka menekankan pentingnya diversifikasi ekspor melalui pengembangan komoditas unggulan berbasis rakyat seperti kakao dan kopi, yang menyerap banyak tenaga kerja.

Tiga Pilar Dorong Ekonomi Sulbar

Bank Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Sulbar melalui tiga strategi utama:

  1. Penguatan UMKM dan Klaster Pangan Strategis
    BI mendorong UMKM naik kelas melalui pelatihan, penguatan pencatatan keuangan, pengembangan database UMKM layak dibiayai, hingga fasilitasi business matching dan ekspor.
  2. Pengembangan Ekonomi Syariah
    Mengadopsi tiga pilar: produk halal, literasi keuangan syariah, dan penguatan lembaga keuangan syariah, BI menilai ekonomi syariah memiliki potensi besar di Sulbar sebagai model ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
  3. Akselerasi Digitalisasi Sistem Pembayaran
    Perluasan penggunaan QRIS telah menjangkau lebih dari 85.000 merchant, mayoritas pelaku usaha mikro. Langkah ini diyakini mendorong efisiensi transaksi, inklusi keuangan, dan memperkuat daya saing UMKM lokal.

“Digitalisasi dan penguatan sektor riil adalah katalisator utama dalam membangun ekonomi Sulbar yang berkelanjutan dan berkeadilan,” tegas Eka.

Sinergi untuk Sulbar Tangguh

Menutup paparannya, Eka menyerukan pentingnya kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, lembaga vertikal, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi ekonomi Sulbar.

“BI akan terus menjadi mitra strategis dalam mewujudkan Sulbar yang maju, tangguh, dan sejahtera. Sinergi adalah kunci,” tutupnya.

Dengan arah pembangunan yang semakin fokus pada transformasi ekonomi digital, penguatan sektor riil, dan pemberdayaan ekonomi rakyat, Sulbar dinilai memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih cepat dan inklusif di tahun-tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *