SWARAMANDAR.COM, MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkokoh barisan dalam menjaga stabilitas wilayah, khususnya di sektor kemaritiman. Langkah strategis ini ditegaskan melalui kunjungan silaturahmi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulbar, Muh. Darwis Damir, ke Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mamuju, Selasa (13/1/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya konkret memperkuat koordinasi antarunsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran Darwis Damir yang didampingi Kabid Kewaspadaan Nasional, Audy Murfi Syarifuddin, disambut langsung oleh Komandan Lanal Mamuju, Letkol Laut (P) Gigih Aptya Anggara.
Muh. Darwis Damir mengungkapkan bahwa tantangan stabilitas daerah saat ini semakin kompleks, sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang solid. Menurutnya, Kesbangpol sebagai poros urusan pemerintahan umum harus berjalan beriringan dengan unsur pertahanan.
“Komunikasi dan koordinasi dengan Lanal Mamuju perlu terus diperkuat, terutama dalam mempertajam sistem deteksi dini. Kita ingin memastikan setiap potensi gangguan keamanan, baik di darat maupun perairan, dapat dimitigasi sebelum berdampak pada stabilitas sosial dan politik,” tegas Darwis.
Ia menambahkan, peran Lanal Mamuju sangat krusial dalam pengambilan keputusan strategis daerah. Hal ini sejalan dengan mandat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2022 tentang Forkopimda, di mana sinergi dengan TNI AL menjadi kunci penanganan cepat terhadap ancaman keamanan di wilayah pesisir.
Penguatan stabilitas maritim ini merupakan pengejawantahan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga. Keduanya menekankan pentingnya keamanan wilayah sebagai fondasi utama untuk membangun konektivitas infrastruktur dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Sulawesi Barat.
Senada dengan hal tersebut, Kabid Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Sulbar, Audy Murfi Syarifuddin, menyoroti geografis Sulbar yang memiliki garis pantai panjang.
“Karakteristik wilayah kita sangat bergantung pada laut. Oleh karena itu, kolaborasi dengan TNI AL adalah kebutuhan mutlak untuk menjaga kondusivitas wilayah pesisir secara menyeluruh,” jelas Audy.
Komandan Lanal Mamuju, Letkol Laut (P) Gigih Aptya Anggara, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa TNI AL siap menjadi garda terdepan dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah.
“Kami berkomitmen penuh untuk berperan aktif dalam forum Forkopimda. TNI AL siap bersinergi menjaga keamanan maritim agar seluruh proses pembangunan di Sulawesi Barat dapat berjalan aman, damai, dan berkelanjutan,” ujar Letkol Gigih.
Pertemuan strategis ini diakhiri dengan kesepakatan untuk meningkatkan intensitas pertukaran informasi intelijen dan koordinasi lapangan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi masyarakat serta menjamin keamanan investasi dan aktivitas ekonomi di sepanjang perairan Sulawesi Barat.







