Mamuju  

Evaluasi Kemendagri: Realisasi APBD Sulbar 2025 Masuk Zona Hijau, Pendapatan Capai 90 Persen

SWARAMANDAR.COM, MAMUJU, SULAWESI BARAT – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Barat Tahun Anggaran 2025 dinilai aman dan berada pada jalur normal, bahkan masuk kategori zona hijau yang menandakan kondisi fiskal stabil dan terkendali. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Realisasi APBD 2025 yang dipimpin Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, bersama pihak Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, mengungkapkan bahwa realisasi pendapatan dan belanja daerah hingga saat ini menunjukkan kinerja positif dengan keseimbangan yang memadai. “Alhamdulillah kinerja APBD Sulbar tidak terlalu rendah dan masih cukup bagus. Antara pendapatan dan belanja terdapat ruang fiskal sebagai cadangan, meski memang tidak besar,” ujarnya.

Menurut Junda, realisasi pendapatan daerah telah mencapai 90 persen dari target yang ditetapkan, sementara realisasi belanja berada di angka 80 persen. Capaian tersebut menempatkan Sulbar dalam posisi aman dibandingkan sejumlah provinsi lain di Indonesia. “Dari urutan nasional antarprovinsi, Sulbar masuk kategori hijau. Artinya kondisi keuangan daerah kita normal dan seimbang,” jelasnya.

Baca Juga  Gubernur Sulbar: Kepala Desa Harus Jadi Contoh, Jangan Foto Makan di Tempat Mewah

Junda menjelaskan bahwa seluruh belanja yang telah direalisasikan merupakan bagian dari rencana dalam dokumen APBD dan difokuskan langsung untuk kepentingan masyarakat. “Semua belanja yang dilaksanakan itu berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Mulai dari belanja wajib, belanja penting, hingga yang membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, semuanya berjalan sesuai dengan yang telah disusun,” tegasnya.

Baca Juga  Wagub Sulbar Terima Kunjungan Direktur Kerjasama dan Kemitraan BGN, Bahas Strategi Program Makan Bergizi Gratis

Meski berada dalam zona hijau, Pemprov Sulbar masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum akhir tahun anggaran. Realisasi pendapatan belum mencapai target maksimal, sementara belanja masih memiliki ruang untuk dioptimalkan. “Pendapatan kita baru terealisasi 90 persen, sementara belanja 80 persen. Artinya masih ada selisih dan sisa waktu beberapa hari ke depan untuk memaksimalkan belanja yang tersisa,” pungkas Junda.

Baca Juga  Wagub Sulbar Minta Masyarakat Laporkan ASN Penyalahguna Wewenang

Dengan capaian yang telah dicapai, Pemprov Sulbar tetap optimistis dapat menutup kinerja APBD 2025 secara optimal, sekaligus menjaga keseimbangan fiskal dan memastikan setiap rupiah belanja daerah memberikan dampak nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *