SWARAMANDAR.COM, MAMUJU — Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat (Dispar Sulbar) terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan informasi pariwisata melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu langkah strategis yang tengah digencarkan adalah optimalisasi penggunaan Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional (Sisparnas) — sebuah platform data komprehensif yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Sisparnas berfungsi sebagai pusat integrasi data pariwisata nasional, yang mencakup informasi terkait destinasi wisata, atraksi, akomodasi, hingga infrastruktur pendukung di seluruh Indonesia. Melalui sistem ini, pemerintah daerah dapat memetakan potensi pariwisata secara lebih akurat dan terukur untuk mendukung perencanaan pembangunan sektor pariwisata.
Pengelola data sekaligus operator Sisparnas Sulbar, Alfrida Tarukan, menyampaikan bahwa Dispar Sulbar kini fokus melakukan langkah-langkah optimalisasi pemanfaatan sistem tersebut. Salah satunya dengan memperkuat koordinasi bersama Dinas Pariwisata kabupaten se-Sulbar guna memastikan kelengkapan dan keakuratan data kepariwisataan daerah.
“Kami terus berkoordinasi dengan kabupaten untuk memastikan data kepariwisataan di Sulbar lengkap dan akurat. Dengan data yang baik, kita bisa menyajikan informasi yang berkualitas bagi wisatawan dan para pemangku kepentingan,” ujar Alfrida di Kantor Dispar Sulbar, Jumat (31/10/2025).
Ia menambahkan, data yang valid dan terintegrasi di Sisparnas tidak hanya membantu dalam promosi wisata, tetapi juga menjadi dasar penting bagi pengambilan kebijakan pembangunan sektor pariwisata di Sulbar.
“Koordinasi ini sangat penting agar data pariwisata Sulbar selalu mutakhir dan dapat meningkatkan daya saing destinasi wisata kita,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Bau Akram Dai, menegaskan pentingnya optimalisasi Sisparnas dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis data dan teknologi.
“Sisparnas ini sangat strategis bagi pengembangan pariwisata Sulbar. Melalui optimalisasi pemanfaatannya, kita dapat meningkatkan kualitas layanan informasi sekaligus memperkuat daya saing destinasi wisata di daerah,” tutur Bau Akram.
Menurutnya, langkah digitalisasi layanan pariwisata ini sejalan dengan arah kebijakan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga yang berkomitmen memperluas transformasi digital di berbagai sektor pelayanan publik.
“Pemanfaatan Sisparnas adalah bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Melalui optimalisasi Sisparnas, Dispar Sulbar berharap seluruh potensi wisata di Sulawesi Barat dapat terdata secara komprehensif dan mudah diakses oleh publik. Dengan demikian, kebijakan pengembangan pariwisata dapat lebih tepat sasaran serta mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke provinsi ini.







