Mamuju  

“SDK Bangun Harapan Lewat Beasiswa: Anak Sulbar Tak Lagi Bimbang Raih Pendidikan Tinggi”

SWARAMANDAR.COM, MAMUJU – Pendidikan bukan hanya soal angka dan bangku kuliah, melainkan tentang harapan ribuan anak Sulawesi Barat untuk meraih masa depan yang lebih baik. Inilah yang coba dijawab Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), melalui program beasiswa yang kini menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.

Komitmen itu ditegaskan kembali dalam dialog interaktif RRI Mamuju bertajuk “SDK Membangun Masa Depan dengan Beasiswa Pendidikan”, Rabu (27/8/2025). Hadir sebagai narasumber, Plt. Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Sulbar, Murdanil, bersama Tenaga Ahli Gubernur bidang Antar Lembaga, Hajrul Malik.

Murdanil menyebut, program beasiswa ini lahir dari misi ketiga Pancadaya yang diusung SDK, yaitu membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. “Ada beasiswa untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu, ada juga untuk prestasi akademik dan non-akademik. Semua diarahkan agar anak-anak Sulbar punya kesempatan yang sama untuk menuntut ilmu,” jelasnya.

Baca Juga  Wagub Sulbar Jadi Korban Video Deepfake Soal Pemutihan Pajak, Kominfo: Hoaks Berbahaya!

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Banyak mahasiswa di Sulbar yang harus menunda kuliah karena terbentur biaya. Ada yang memilih bekerja serabutan, ada pula yang akhirnya berhenti sekolah. “Sebentar lagi kita akan melakukan perubahan Peraturan Gubernur terkait beasiswa. Harapannya, program ini benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan,” tambah Murdanil.

Salah seorang mahasiswa peserta dialog bahkan sempat meneteskan air mata saat berbagi kisah. Ia menceritakan perjuangan orang tuanya, seorang nelayan kecil di pesisir Mamuju, yang harus berutang agar anaknya bisa tetap kuliah. “Kalau ada beasiswa ini, mungkin orang tua saya tidak perlu lagi bingung tiap bayar semester,” ucapnya lirih.

Baca Juga  Diskominfo Sulbar Dukung Penegakan Disiplin ASN

Cerita-cerita seperti inilah yang membuat SDK menaruh perhatian besar pada beasiswa. Bagi pemerintah, ini bukan sekadar bantuan biaya, melainkan jembatan bagi generasi muda Sulbar agar berani bermimpi lebih tinggi.

Tenaga Ahli Gubernur, Hajrul Malik, menambahkan bahwa pembangunan manusia memang membutuhkan waktu, tetapi hasilnya jauh lebih berharga. “Sulbar bisa maju jika anak-anak mudanya berpendidikan. Inilah yang dikejar Pak Gubernur,” katanya.

Baca Juga  Kakao Sulbar Tembus Pasar Jepang! Gubernur SDK dan Menteri Transmigrasi Lepas Ekspor Perdana, Dorong Hilirisasi Industri Lokal

Dengan rencana perubahan aturan, Pemprov Sulbar memastikan bahwa distribusi beasiswa lebih adil dan tepat sasaran. Tidak lagi terbatas pada segelintir kalangan, melainkan benar-benar menjangkau mahasiswa yang hampir putus kuliah karena keterbatasan ekonomi.

Program ini diharapkan menjadi tonggak perubahan bagi wajah pendidikan Sulbar. Generasi baru diharapkan lahir sebagai anak-anak daerah yang percaya diri, berdaya saing, dan mampu mengangkat harkat Sulbar di tingkat nasional.

Lebih dari sekadar program, beasiswa ini adalah simbol keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil. Sebuah janji bahwa tidak ada lagi mimpi yang kandas hanya karena masalah biaya pendidikan.

Respon (1)

  1. Mungkin Perlu Data Anak Sekolah yang ingin Melanjutkan Pendidikan Kejenjang Perguruan tinggi Namun Tidak Punya Biaya keSekolah Sekolah Sehingga Bantuan Tepat Sasaran.! Banyak Anak Sekolah Ingin Melanjutkan. Pendidikan. Cuman Karna tidak Tau dan Tidak Paham Soal Bantuan Pemerintah Akhirnya Nganggur Kasian.! Intinya Adalah Setiap Kebijakan Harus Berbasis Data Sehingga Tidak Sia2 Maksud Dan Tujuan Kebijakan yang di Laksanakan.!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *