SWARAMAMDAR.COM, MAMUJU – Bendera kebanggaan Sulawesi Barat siap dikibarkan di panggung nasional. Rabu (13/8/2025), Wakil Gubernur Sulbar, Salim S Mengga, secara resmi menerima audiensi perwakilan Duta Pariwisata Sulbar yang akan berlaga di Pemilihan Duta Pariwisata Indonesia 2025, yang digelar di Sumedang, Jawa Barat, pada 3–7 September mendatang.
Di ruang pertemuan Kantor Gubernur Sulbar, suasana penuh semangat terasa ketika para duta memaparkan visi mereka untuk mengangkat kekayaan budaya, panorama alam, dan potensi wisata unggulan Sulbar di hadapan para juri dan publik nasional.
Wakil Gubernur memberikan dukungan penuh, tak hanya secara moral, tetapi juga dengan bantuan dana untuk mendukung persiapan mereka. “Ajang ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan pada Indonesia bahwa Sulawesi Barat punya potensi wisata yang luar biasa. Ini bukan sekadar kompetisi, tapi misi mengharumkan nama daerah,” tegasnya.
Pasangan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka ini, juga mengingatkan bahwa Duta Pariwisata bukan hanya simbol kecantikan atau kepintaran, tetapi duta yang membawa pesan persatuan, keramahtamahan, dan kebanggaan daerah. “Tunjukkan kualitas terbaik kalian, jaga nama baik Sulbar, dan buktikan kita layak diperhitungkan,” ucapnya memberi semangat.
Perwakilan Duta Pariwisata Sulbar, Aisyah Syahrani, mengaku terharu atas dukungan tersebut. “Kehangatan dan perhatian Bapak Wakil Gubernur menjadi motivasi bagi kami untuk berjuang maksimal. Kami berkomitmen membawa nama Sulbar setinggi mungkin,” katanya penuh keyakinan.
Ajang Pemilihan Duta Pariwisata Indonesia sendiri merupakan pertemuan tahunan yang mempertemukan perwakilan dari seluruh provinsi. Mereka tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga wawasan, kepribadian, dan gagasan strategis dalam mengembangkan pariwisata daerah masing-masing.
Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, para Duta Pariwisata Sulbar berjanji akan memperkenalkan Sulbar melalui cerita, budaya, kuliner, dan destinasi unik yang dimiliki. Mulai dari pantai berpasir putih di Mamuju, panorama alam pegunungan di Mamasa, hingga tradisi adat yang masih terjaga di berbagai kabupaten.
“Setiap daerah punya pesona, tapi Sulawesi Barat punya keunikan yang tak dimiliki daerah lain. Kami ingin itu dikenal, dikagumi, dan menjadi kebanggaan bersama,” tambah Aisyah.
Pemerintah Provinsi berharap langkah ini menjadi awal dari strategi promosi pariwisata Sulbar yang lebih masif, baik di dalam negeri maupun di mata dunia.
Acara audiensi ditutup dengan foto bersama, diiringi doa agar para duta dapat mengharumkan nama Sulbar di ajang nasional. Senyum optimisme tergambar jelas di wajah para peserta, seakan membawa pesan bahwa mereka siap membawa pulang prestasi.
Dan ketika mereka berangkat ke Sumedang nanti, mereka bukan hanya membawa busana dan materi presentasi, tetapi juga membawa semangat 1,4 juta masyarakat Sulawesi Barat yang menunggu kabar baik dari panggung nasional.
Sulbar tak sekadar ikut—Sulbar datang untuk bersinar, menginspirasi, dan pulang membawa kemenangan.







