SWARAMANDAR.COM, MAMUJU – Rabu siang itu, halaman Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Barat dipenuhi warna merah putih. Tiang bendera berdiri gagah, hiasan pita-pita plastik bergoyang diterpa angin, dan di antara semua itu, terdengar riuh suara tawa dan sorakan.
Sejak pukul 9 pagi, para staf, driver, tim media, hingga office boy mulai memadati halaman. Mereka datang bukan untuk bekerja seperti biasa, melainkan untuk ikut serta dalam lomba 17 Agustusan yang digelar Wakil Gubernur Sulbar, Salim S Mengga, dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.
Satu per satu perlombaan digelar. Ada yang menunduk serius memasukkan bola ke gelas, ada pula yang heboh berusaha memasukkan pipet ke botol sambil tertawa terbahak-bahak karena gagal terus. Sorakan “Ayo! Sedikit lagi!” terdengar dari segala arah, membuat suasana semakin meriah.
Wakil Gubernur tampak menyapa peserta dan sesekali ikut tertawa melihat aksi lucu para stafnya. “Semangat Agustusan ini adalah pengingat bahwa kita harus menjaga persatuan dan gotong royong, seperti semangat para pejuang kemerdekaan dulu,” ujarnya di sela kegiatan.
Lomba demi lomba berjalan penuh keceriaan. Dalam lomba tebak gambar, beberapa peserta bahkan tampak kebingungan menebak meski jawabannya sederhana, memicu gelak tawa seluruh penonton.
Namun, di tengah keceriaan itu, sebuah adegan “drama” tak terduga terjadi. Dua peserta terlihat beradu mulut sengit, lalu seperti hendak berkelahi. Beberapa orang mencoba melerai dengan wajah serius. Penonton sempat terdiam, khawatir situasi akan memanas.
Tiba-tiba, suasana berubah. Musik ulang tahun diputar, dan keduanya tertawa sambil membuka sebuah kue tart besar. Ternyata, “keributan” itu hanyalah skenario untuk memberikan kejutan ulang tahun kepada anak bungsu Wakil Gubernur Sulbar.
Semua peserta langsung berkumpul, menyanyikan lagu ulang tahun, dan menyaksikan sang anak meniup lilin bersama keluarganya. Wajah-wajah yang tadinya tegang seketika berubah menjadi senyum dan tawa hangat.
Acara pun ditutup dengan foto bersama, diiringi ucapan terima kasih dari Wakil Gubernur kepada seluruh peserta. “Semoga tahun depan kita bisa rayakan lagi dengan lebih meriah dan tetap penuh kebersamaan,” ujarnya.
Bagi mereka yang hadir, perayaan ini bukan hanya lomba atau hiburan. Ini adalah ruang kebersamaan, tempat tawa dan rasa syukur bertemu dalam semangat merah putih.
Dan sore itu, saat matahari mulai condong ke barat, bendera merah putih di halaman rujab tetap berkibar gagah—menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan akan terus hidup di hati semua yang hadir.







