SWARAMANDAR.COM, MAJENE – Kapolres Majene, AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K., mengikuti Video Conference (Vicon) Kick Off Launching Gerakan Pangan Murah yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Kamis (14/8/2025). Program ini menjadi bagian dari strategi nasional Polri untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan di seluruh wilayah Indonesia.
Kegiatan di Majene dipusatkan di Pusat Pertokoan Majene yang juga menjadi lokasi Gerai Gerakan Pangan Murah Polres Majene. Pasar murah ini menyediakan beras SPHP Bulog sebanyak 4 ton dan minyak goreng sebanyak 720 liter dengan harga di bawah pasar.
Turut hadir Kajari Majene, Kepala Gudang Bulog Majene, Wakapolres Majene, Pasi Ops Kodim 1401 Majene, serta Pejabat Utama (PJU) Polres Majene. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi faktor penting agar program stabilisasi harga dapat berjalan efektif.
Kapolri dalam arahannya menekankan, Gerakan Pangan Murah merupakan intervensi pasar yang dirancang untuk membantu masyarakat mengakses bahan pokok berkualitas dengan harga terjangkau. Upaya ini juga menjadi instrumen penting menahan laju inflasi daerah, khususnya menjelang momen hari besar atau periode rawan kenaikan harga.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, beras dan minyak goreng termasuk dalam komoditas penyumbang utama inflasi di banyak daerah. Dengan menjual beras SPHP Bulog 15% lebih murah dari harga pasar dan minyak goreng 10% lebih rendah, program ini diharapkan menurunkan tekanan inflasi di Majene pada Agustus 2025.
Kapolres Majene, AKBP Muhammad Amiruddin, menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi daerah. “Kami ingin masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus mengorbankan kebutuhan lain akibat kenaikan harga,” ujarnya.
Antusiasme warga terlihat tinggi. Banyak pembeli yang memanfaatkan momentum ini untuk membeli beras dan minyak goreng dalam jumlah lebih dari biasanya. Menurut beberapa warga, selisih harga yang ditawarkan mampu menghemat pengeluaran rumah tangga hingga puluhan ribu rupiah.
Bagi pelaku usaha kecil, pasar murah ini juga memberi dampak positif. Dengan harga bahan pokok yang lebih rendah, biaya produksi dapat ditekan, sehingga margin keuntungan tetap terjaga meski daya beli konsumen melemah.
Kepala Gudang Bulog Majene menjelaskan, stok beras yang digunakan dalam program ini berasal dari cadangan pemerintah dan akan terus diperbarui sesuai kebutuhan pasar. Dengan ketersediaan pasokan yang aman, diharapkan tidak terjadi lonjakan harga akibat kelangkaan.
Ekonom lokal menilai, program ini adalah bentuk intervensi tepat sasaran yang tidak hanya menguntungkan konsumen tetapi juga menstabilkan pasar. Harga yang terkendali akan membuat peredaran uang tetap lancar, sehingga aktivitas ekonomi daerah tidak terhambat.
Selain mencegah inflasi, program seperti Gerakan Pangan Murah juga berperan sebagai alat pemerataan distribusi pangan. Daerah-daerah yang sebelumnya sulit mengakses bahan pokok dengan harga wajar kini mendapatkan pasokan dengan kualitas dan harga terjamin.
Dengan sinergi antara Polri, Bulog, pemerintah daerah, dan masyarakat, Gerakan Pangan Murah di Majene menjadi salah satu contoh nyata bahwa stabilitas harga dan daya beli dapat dijaga melalui kolaborasi dan intervensi pasar yang terencana.







