SWARAMANDAR.COM, MAJENE – Tanggal 22 Januari bukan sekadar deretan angka di kalender bagi para pengguna jalan di Indonesia. Hari ini, tepat pada peringatan Hari Pejalan Kaki Nasional 2026, Kepolisian Resor (Polres) Majene meluncurkan seruan kuat untuk mengembalikan hak-hak mereka yang melangkah di aspal tanpa perlindungan mesin: para pejalan kaki.
Kapolres Majene, AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K., menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi titik balik bagi para pengendara kendaraan bermotor untuk menanggalkan ego di jalan raya. Menurutnya, pejalan kaki adalah strata paling rentan dalam hierarki jalan raya yang sering kali terabaikan.
“Mari kita jadikan peringatan ini sebagai alarm kesadaran. Memberikan jalan bagi mereka yang menyeberang di zebra cross bukan hanya soal patuh pada aturan hukum, tapi ini adalah tentang etika dan kemanusiaan,” tegas AKBP Muhammad Amiruddin dalam pernyataan resminya, Kamis (22/1/2026).
Peringatan ini membawa beban sejarah yang mendalam. Hari Pejalan Kaki Nasional dideklarasikan untuk mengenang tragedi memilukan di Tugu Tani, Jakarta, belasan tahun silam. Tragedi tersebut menjadi luka kolektif yang mengingatkan betapa fatalnya dampak kelalaian pengendara terhadap nyawa penyeberang jalan.
Sejalan dengan semangat itu, Humas Polres Majene kini masif mengedukasi warga terkait pentingnya pemanfaatan fasilitas publik secara benar. Bukan hanya menuntut pengendara untuk waspada, namun juga mengajak pejalan kaki untuk disiplin menggunakan trotoar dan area penyeberangan yang telah disediakan.
Kapolres berharap, melalui kampanye yang digalakkan Polres Majene, akan lahir budaya baru di jalan raya di mana pejalan kaki merasa aman dan dihormati. Hal ini juga menjadi pengingat penting bagi pemangku kebijakan untuk terus membenahi infrastruktur yang ramah bagi kaum difabel, lansia, dan anak-anak yang berjalan kaki.
“Kita ingin menciptakan lingkungan di mana setiap warga bisa berjalan kaki tanpa rasa takut. Target kita jelas: menekan angka fatalitas kecelakaan hingga ke titik terendah,” tambah pihak Humas Polres Majene.
Dengan semangat “Aman, Nyaman, dan Beradab di Jalan Raya”, Polres Majene mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk memulai perubahan kecil hari ini: berhenti di belakang garis stop saat melihat ada warga yang hendak menyeberang.
Sebab, di setiap langkah kaki seseorang, ada keluarga yang menanti mereka pulang dengan selamat.
Editor: Redaksi SwaraMandar.com
Sumber: Humas Polres Majene







