Mamuju  

Cegah Covid-19 Masuk Indonesia, Dinkes Sulbar Ajak Masyarakat Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

SWARAMANDAR.COM, MAMUJU — Terjadinya tren kenaikan kasus COVID-19 di beberapa negara Asia sepatutnya diwaspadai. Meskipun Indonesia masih batas aman namun perlu memperkuat surveilans guna mencegah penyebaran penyakit menular.

Olehnya Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sulbar drg Asran Masdy mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Hal ini juga menjadi penekanan Gubernur dan Wagub Sulbar, Suhardi Duka-Salim S Mengga agar pemerintah hadir memberikan kepastian pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurut Asran, belajar dari pengalaman penanganan pandemi Covid-19, maka Protokol kesehatan menjadi efektif pencegahan penularan Covid-19.

Baca Juga  ESDM Sulbar Hadiri Rapat Asistensi RPJMD 2026, Fokuskan Program Teknis dan Rutin untuk Dukung Pembangunan Daerah

Lebih lanjut Asran menjelaskan, protokol kesehatan yang sering disebut 5M, terdiri dari 5 langkah penting: mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan menghindari sentuhan fisik.

Baca Juga  Prihatin Kondisi Ponpes, Wagub Sulbar Bakal Upayakan Dorong Kesejahteraan Tenaga Pengajar dan Pengelola Pesantren di Sulbar

“Kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Sulbar supaya lebih berhati hati lagi dan selektif berinteraksi apalagi dari luar negeri,” kata Asran

Kemudian, upayakan kesehatan lingkungan tetap terpelihara, perilaku hidup sehat tetap dilakukan semaksimal mungkin
Sering sering cuci tangan, gunakan masker di kerumunan, dan cuci tangan setelah menyentuh barang bawaan.
“Jadi harus antisipasi semaksimal mungkin supaya meminimalisir adanya penularan,” sambung Asran.

Baca Juga  Perlu Jadwalkan Latihan Baris-Berbaris, Wagub: Itu Bahagian Dari Disiplin dan Gerak Bersama

Terkait antisipasi adanya kasus di daerah, Dinkes Sulbar saat ini masih memiliki perlengkapan pendukung, seperti APD. Masker medis, alat deteksi antigen.

“Kalau APD dan lainnya ini misalnya kurang, itu bisa kita lakukan pengadaan dan melakukan permintaan ke Kemenkes,” pungkasnya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *