SWARAMAMDAR.COM, MAJENE, 6 Agustus 2025 — Sebuah pagi yang hangat penuh makna tercipta di Majene, kala puluhan wartawan dari berbagai media—cetak, online, hingga televisi lokal—berkumpul dalam nuansa akrab bersama jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene dalam kegiatan bertajuk “Tatap Muka & Penerangan Hukum”.
Kegiatan ini bukan sekadar temu biasa, melainkan menjadi ruang silaturahmi dan dialog terbuka antara insan pers dan lembaga penegak hukum. Kepala Kejari Majene, Andi Irfan, S.H., M.H., hadir langsung memimpin jalannya forum yang dipenuhi semangat keterbukaan, edukasi hukum, dan kebersamaan.
Momen tersebut mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Pimpinan Redaksi Swaramandar.com, Syarifuddin Andi, mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap inisiatif Kejari Majene yang dinilainya telah menghadirkan ruang dialog yang sehat dan penuh keharmonisan.
> “Kami sangat mengapresiasi langkah humanis Kejari Majene. Ini bukan hanya penerangan hukum, tapi juga mempererat hubungan emosional dan profesional antara jurnalis dan aparat penegak hukum,” ucap Syarifuddin.
Hal senada juga disampaikan Ketua Ikatan Jurnalis Sulbar (IJS) Majene, Samsuddin Akmal, yang menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata sinergi antarsektor. Menurutnya, kehadiran Kejari dalam forum nonformal seperti ini mencerminkan semangat kolaboratif, bukan konfrontatif.
> “Jarang ada kejaksaan yang membuka ruang sedekat ini kepada wartawan. Ini teladan yang patut dijaga dan diperluas,” ujar Samsuddin.
Dalam sesi inti, Plt. Kasi Intelijen Kejari Majene, A. M. Siryan, S.H., M.H., memberikan penerangan hukum mengenai UU ITE dan isu-isu sensitif yang sering bersinggungan dengan dunia jurnalistik. Ia menjelaskan dengan bahasa sederhana, tanpa menggurui, namun tetap menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan informasi di ruang digital.
Suasana hangat semakin terasa saat diskusi dibuka. Wartawan tak ragu menyampaikan pertanyaan kritis, mulai dari perlindungan hukum terhadap jurnalis, hingga kesimpangsiuran pemahaman tentang delik aduan di media sosial. Semua dijawab dengan santai tapi tetap berdasar hukum oleh pihak kejaksaan.
Tak sekadar forum formalitas, “Tatap Muka” ini menjadi oase bagi insan pers—yang selama ini kerap menghadapi tantangan hukum—untuk merasa dihargai, didengarkan, dan diajak duduk sejajar, Inilah wujud nyata dari pendekatan restoratif dan kemitraan strategis.
Kegiatan ditutup dengan penuh kehangatan, Foto bersama, senyum yang tulus, dan secangkir kopi yang tersisa menjadi saksi bahwa penegak hukum dan jurnalis sejatinya bisa bersinergi menjaga demokrasi dan keadilan melalui komunikasi yang sehat.
Para peserta pun berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin, Tidak hanya untuk menjawab keraguan soal hukum, tapi juga merawat kedekatan yang selama ini jarang terjalin secara terbuka.
Melalui kegiatan ini, Kejari Majene dan para jurnalis Majene telah membangun pondasi penting: kepercayaan, Dan dari kepercayaan itulah, akan tumbuh kolaborasi, pemahaman, serta komitmen bersama membangun daerah yang adil dan cerdas hukum.







