Rumah Warga di Majene Ludes Terbakar, Pemilik Hanya Sempat Selamatkan Ijazah Anak dan Dokumen Penting

SWARAMANDAR.COM, MAJENE — Kebakaran hebat melanda sebuah rumah warga di Lingkungan Copala, Kelurahan Banggae, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Rabu sore jam 15.10,wita. Rumah panggung milik pasangan suami istri Pua Icce/Jamaluddin dan Rahmatia ludes dilalap api hingga rata dengan tanah dalam waktu singkat. Rabu, 19/11/25.

Komandan Regu (Danru) 01 Pemadam Kebakaran Majene, Junaidi, menurunkan tiga unit mobil pemadam dan 42 personel ke lokasi setelah menerima informasi melalui sambungan telepon. Petugas langsung bergerak cepat, namun api sudah terlanjur membesar akibat struktur bangunan yang didominasi kayu tua sehingga mudah terbakar.

Kebakaran pertama kali disadari saat pemilik rumah, Jamaluddin, sedang melakukan pekerjaan rutinnya “makkattang” kayu di bawah kolong rumah. Ia mendengar suara mencurigakan dari arah atap, sementara sang istri, Rahmatia, yang berada di tempat jualannya tak jauh dari lokasi, langsung bergegas lari untuk memeriksa kondisi.

Baca Juga  Ayam Hilang Di Curi Akhirnya Badik Berbicara

Saat panik dan berpacu dengan waktu, Rahmatia hanya mampu menyelamatkan sebuah tas berisi dokumen penting berupa ijazah anak, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Barang lainnya tidak sempat dievakuasi karena api cepat merambat ke seluruh bagian rumah.

Nasib kurang beruntung juga menimpa Rahmatia. Ketika berusaha mengambil dokumen di dalam rumah, ia tertimpa balok yang sudah terbakar dan jatuh dari bagian atap. Balok tersebut mengenai pundaknya hingga menimbulkan luka gores dan bekas terbakar. Meski begitu, kondisinya dinyatakan tidak membahayakan jiwa.

Baca Juga  Gempa M6,0 Guncang Poso, 11 Kali Susulan: BMKG Imbau Warga Tetap Waspada

Selain bangunan rumah, tiga unit kendaraan milik keluarga tersebut turut hangus terbakar. Masing-masing berupa motor Honda Tiger, yamaha Scorpio, Yamaha Jupiter, serta satu unit sepeda yang tersimpan di kolong rumah panggung.

Seorang saksi mata, Iksan Jafar, yang juga sepupu korban, mengatakan api pertama kali terlihat datang dari atap rumah. Ia menjelaskan bahwa material bangunan yang sudah tua dan dinding kamar yang terbuat dari trikoleks membuat api menyebar sangat cepat. “Rumahnya memang sudah tua, kayu-kayunya lapuk. Api langsung besar dalam hitungan menit,” ujarnya.

Baca Juga  Kelakaan Kerja di Mapilli, Pintu Besi Timpa Pekerja hingga Meninggal Dunia

Warga sekitar sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun derasnya kobaran membuat usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Petugas Damkar yang tiba beberapa menit kemudian fokus melakukan penyekatan agar api tidak merembet ke rumah-rumah warga lainnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun seluruh harta benda milik keluarga Jamaluddin habis terbakar, menyisakan puing-puing bangunan yang telah rata dengan tanah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan nilai kerugian dan mengusut penyebab pasti munculnya api. Pemerintah setempat juga disiapkan untuk memberikan bantuan darurat kepada keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *