Mateng  

Ketua HMI Mamuju Tengah: Pemuda Harus Jadi Penjaga Nilai, Penggerak Perubahan

Taufik Saleng: Semangat Sumpah Pemuda Tak Cukup Dikenang, Harus Dihidupkan

SWARAMANDAR.COM, MATENG — Di tengah suasana peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju Tengah, Taufik Saleng, menyerukan pentingnya menyalakan kembali semangat persatuan dan nasionalisme yang telah diwariskan para pemuda 1928.

Bagi Taufik, Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi roh perjuangan yang harus terus hidup di dada generasi muda Indonesia.

“Semangat pemuda 1928 tidak boleh hanya menjadi sejarah yang kita kenang setiap tahun. Di tengah kondisi bangsa yang semakin kompleks, kita harus meneladani tekad mereka dalam membangun persatuan, berkolaborasi, dan memiliki visi untuk maju,” ujarnya tegas.

Baca Juga  Sekda Sulbar di HUT ke-13 Mamuju Tengah: Kolaborasi dan Agropolitan Jadi Kunci Akselerasi Pembangunan

Menurutnya, tantangan pemuda masa kini jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Di tengah arus globalisasi dan derasnya pengaruh dunia digital, pemuda dituntut bukan hanya unggul dalam ilmu dan ekonomi, tapi juga kuat dalam karakter dan kesadaran sosial.

Taufik menilai, peran pemuda dalam mendukung program pemerintah sangat penting untuk memastikan kesejahteraan masyarakat benar-benar tercapai. Salah satu yang ia soroti adalah program Sekolah Rakyat, yang disebutnya sebagai bukti nyata komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Saya sempat menonton video dari siswi di Kupang, NTT, yang bercerita bagaimana Sekolah Rakyat membantu dirinya tetap belajar meski terkendala biaya. Itu bukti bahwa program ini benar-benar menyentuh masyarakat kecil,” tutur Taufik dengan nada haru.

Baca Juga  BreakingNews: Longsor di Poros Tobadak Topoyo Tutup Seluruh Badan Jalan

Selain pendidikan, ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap sektor kesejahteraan, terutama melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Menurutnya, keberhasilan program seperti ini hanya bisa tercapai jika ada pengawasan bersama dan keterlibatan aktif masyarakat, termasuk para pemuda.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Generasi muda harus hadir sebagai mitra kritis sekaligus mitra kolaboratif. Ketika masyarakat ikut terlibat, setiap program akan lebih tepat sasaran dan berdampak luas,” ujarnya.

Lebih jauh, Taufik mengingatkan bahwa ruh Sumpah Pemuda adalah persatuan. Di tengah perbedaan suku, agama, dan pandangan politik, pemuda harus menjadi perekat sosial, bukan pemecah.

Baca Juga  Ketua PMII Mamuju Tengah Ajak Pemuda Indonesia Berpikir Global, Berjiwa Nasionalis

“Bangsa ini kuat karena persatuannya. Dan tugas pemuda hari ini adalah menjaga api itu agar tidak padam,” tegasnya.

Ia menutup dengan ajakan bagi seluruh pemuda di Mamuju Tengah untuk tidak berhenti hanya sebagai penonton perubahan, tetapi menjadi pelaku utama dalam pembangunan sosial dan kemanusiaan.

“Momentum Sumpah Pemuda harus jadi titik balik. Kita semua harus siap jadi penggerak—membangun dari bawah, berpikir besar, dan bekerja untuk rakyat,” pungkasnya dengan optimisme.

link video dapat dilihat di : https://youtu.be/2e33pXlVkJQ?feature=shared

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *