Mateng  

Bapperida Sulbar Sinkronkan RPJMD Mamuju Tengah dengan Arah Pembangunan Nasional dan Provinsi

SWARAMANDAR.COM, MATENG, 23 Juli 2025 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) mengambil peran strategis dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mamuju Tengah Tahun 2025–2029.

Musrenbang yang digelar di Aula Kantor Bupati Mamuju Tengah ini menjadi ajang penting untuk menyelaraskan visi pembangunan daerah dengan arah kebijakan nasional dan provinsi, sejalan dengan semangat menuju Indonesia Emas 2045. Hadir secara virtual mewakili Kepala Bapperida Sulbar, Sekretaris Bapperida Sulbar, Muh. Darwis Damir, menyampaikan materi terkait Arah Kebijakan Pembangunan Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2025–2029 yang mengacu pada Panca Daya Pembangunan dan Asta Cita dari kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga (SDK–JSM).

Dalam paparannya, Darwis menegaskan pentingnya sinkronisasi dokumen RPJMD Kabupaten dengan RPJMD Provinsi dan RPJMN 2025–2029, sebagaimana diatur dalam Instruksi Mendagri No. 2 Tahun 2025. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk menangkap potensi strategis daerah—seperti sektor perkebunan, pertanian, dan industri pengolahan—dalam bentuk program unggulan yang konkret, berdampak, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Semester I 2025, Wagub Sulbar Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting

“RPJMD harus menjadi instrumen strategis, bukan sekadar dokumen formalitas. Ini adalah peta jalan pembangunan yang harus dirancang partisipatif, berbasis potensi lokal, dan selaras dengan visi jangka panjang provinsi dan nasional,” tegas Darwis.

Lima Poin Kunci dari Bapperida Sulbar dalam Musrenbang RPJMD Mamuju Tengah:

  1. RPJMD sebagai Titik Awal RPJPD 2025–2045: Menjadikan Musrenbang RPJMD sebagai fondasi awal penyelarasan jangka panjang daerah dengan RPJPD provinsi dan nasional.
  2. Penguatan Sinergi Pemerintahan: Musrenbang harus difungsikan sebagai forum strategis lintas sektor dan antarlevel pemerintahan, bukan sekadar agenda tahunan.
  3. Akselerasi Program Unggulan: Dorongan kuat untuk mengangkat potensi unggulan Mamuju Tengah dalam dokumen perencanaan sebagai program prioritas daerah.
  4. Dokumen yang Berdampak Nyata: RPJMD harus mampu menghasilkan program pembangunan yang nyata, berkelanjutan, dan berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
  5. Fokus pada Pertumbuhan Ekonomi Inklusif: Merancang kebijakan yang membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan.

Darwis juga mengingatkan agar hasil fasilitasi Bapperida Sulbar ini ditindaklanjuti dengan penyusunan matriks rekomendasi dan segera diunggah ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai bentuk akuntabilitas dan kelengkapan dokumen perencanaan.

Musrenbang ini turut dihadiri oleh Bupati Mamuju Tengah, unsur Pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, serta perwakilan tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan lembaga kemasyarakatan. Partisipasi aktif lintas elemen ini menegaskan semangat kolaborasi dalam mewujudkan Mamuju Tengah sebagai daerah yang maju dan mandiri dalam bingkai pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *