Lima kelompok IKM di Mamuju dan Polman terima bantuan peralatan penyulingan nilam modern.
SWARAMANDAR.COM, MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus memperkuat langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag), bantuan peralatan penyulingan nilam senilai Rp335 juta disalurkan kepada lima kelompok industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Polewali Mandar dan Mamuju.
Penyerahan bantuan dilakukan pada 10 September 2025 di Polewali Mandar, serta 15–16 September 2025 di Mamuju. Kepala Dinas Koperindag Sulbar, Masriadi Nadi Atjo, menegaskan program ini merupakan strategi penting untuk memperkuat sektor industri pengolahan sekaligus mendukung visi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dan Wakil Gubernur, Salim S Mengga, dalam membangun ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami bergerak cepat memberdayakan ekonomi lokal. Dengan alat penyulingan modern ini, kapasitas produksi dan kualitas minyak nilam IKM kita diharapkan meningkat signifikan,” ujarnya di Mamuju.
Bantuan tersebut diterima oleh lima kelompok, masing-masing IKM Mesa Pau Diammesai di Kecamatan Luyo, Polewali Mandar; IKM Bersatu dan IKM Sipatuo Masannang Keren di Kecamatan Simboro; IKM Kita Bersama di Kecamatan Tapalang; serta IKM Sipatuo di Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh tim teknis Bidang Perindustrian. Di Polewali Mandar, bantuan diserahkan oleh Sri Damawansyah selaku Penyuluh Perindag bersama Muhammad Isra Tahir, Pembina Industri. Sementara di Mamuju, penyerahan dilakukan oleh Sri Damawansyah bersama Iskandar, staf Bidang Perindustrian.
Rusman, Ketua Kelompok Kita Bersama, menyampaikan apresiasinya. “Terima kasih kepada Pemprov Sulbar. Dengan bantuan ini, kelompok kami bisa lebih efisien dan murah dalam penyulingan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian, Faizal, menegaskan pihaknya akan terus melakukan monitoring serta pendampingan berkelanjutan. “Komitmen kami tidak berhenti pada penyerahan. Kami ingin memastikan alat ini digunakan optimal dan benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi kelompok penerima,” jelasnya.
Dengan dukungan ini, pemerintah berharap industri nilam Sulbar semakin berkembang dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah.







