Mamuju  

Gubernur Sulbar Luncurkan Aplikasi SDK-JSM, Awasi Pembangunan Secara Real Time

SWARAMANDAR.COM, MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, melaunching aplikasi Sistem Data Kinerja, Jelas, Sistematis dan Menyeluruh (SDK-JSM), Sabtu, 10 Mei 2025.

Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar dalam melakukan pengawasan dan kontrol pada pembangunan daerah.

“Memang banyak data pelaksanaan pembangunan yang tidak terkontrol, yang tidak mampu kita jangkau untuk memberikan pengawasan. Report yang masuk di pimpinan itu, tidak seluruhnya bisa kita pantau,” kata Gubernur Suhardi Duka yang akrab disapa SDK.

Baca Juga  Dispora Sulbar Seleksi 12 Pemuda Terbaik untuk PPAP 2025: Siap Wakili Sulbar di Tingkat Nasional

SDK menjelaskan, data pelaksanaan pembangunan di seluruh sektor, akan masuk dalam aplikasi SDK-JSM.

“Olehnya itu, dengan aplikasi ini, semuanya akan masuk disini. Baik itu proyek yang besar, fisik, maupun non fisik, maupun yang kecil,” ungkapnya.

Baca Juga  Dandim 1418 Mamuju Berganti, Sutinah Sampaikan Terima Kasih dan Selamat Datang

Sehingga, kata Anggota DPR RI Dapil Sulbar periode 2019 hingga 2024 itu, evaluasi secara berkala dapat dilakukan terhadap pelaksanaan pembangunan.

“Kita bisa mengevaluasi berapa waktu yang digunakan, berapa anggaran yang sudah keluar, berapa kemajuan fisik yang sudah dijangkau secara real time,” ujar SDK.

“Dengan demikian, pimpinan cukup melihat data monitor, baik saya, wakil gubernur, para asisten, sekda, itu akan bisa memonitor. Demikian juga inspektorat,” sambungnya.

Baca Juga  Tingkatkan Mutu Infrastruktur, 29 Teknisi Laboratorium PUPR Sulbar Raih Sertifikasi Kompetensi

Lebih lanjut SDK mengatakan, lauching yang sudah dilakukan menandakan, Pemprov siap menerapkan aplikasi SDK-JSM mulai saat ini.

“Dengan demikian, pembangunan itu kontrolnya bisa kita ketahui dan malam ini kita sudah launching, berarti kita siap menerapkan,” tutur SDK. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *