SWARAMANDAR.COM, POLMAN — Aksi protes warga kembali terjadi di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menyusul jalan kabupaten yang tak kunjung mendapat perbaikan selama bertahun-tahun. Pada Selasa, 18 November 2025, sekitar pukul 10.23 Wita, warga di Jalan Gunung Tammingundur, Lingkungan Lantora Timur, Kelurahan Lantora, melakukan aksi unik dengan menanam pohon pisang di badan jalan dan jembatan yang berlubang sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap pemerintah daerah dan pusat.
Jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kelurahan Lantora dan Kelurahan Sulewatang. Kondisi kerusakan yang terus memburuk membuat warga resah, terlebih karena jalur itu kerap dilalui kendaraan berat seperti truk pengangkut semen dan timbunan. Akibatnya, permukaan jalan cepat rusak dan menimbulkan lubang besar yang membahayakan pengendara.

Protes warga bukan tanpa alasan. Jalan yang rusak parah itu telah menjadi penyebab berbagai insiden kecelakaan, terutama saat malam hari atau ketika hujan mengguyur. Keluhan masyarakat pun memuncak karena perbaikan tak kunjung dilakukan meski aspirasi sudah disuarakan berulang kali dalam dua dekade terakhir.
Menanggapi aksi warga tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Lantora, Bripka Hendra Martes, langsung turun ke lokasi untuk melakukan sambang dan monitoring. Ia memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mendengarkan langsung keluhan masyarakat yang sudah lama merasakan dampak dari kerusakan jalan.
Dalam penanganan awal, Bripka Hendra berkoordinasi dengan Lurah Lantora, Andi Hamka S.IP, untuk bersama-sama membahas langkah percepatan penanganan. Keduanya sepakat untuk segera menghubungi Camat Polewali serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) guna mengusulkan perbaikan jalan tersebut secepatnya.
Warga berharap kehadiran aparat dan pemerintah kelurahan dapat mempercepat proses perbaikan yang selama ini terkatung-katung. Mereka menegaskan bahwa aksi penanaman pohon pisang bukan tindakan anarkis, tetapi cara kreatif untuk menarik perhatian agar pemerintah tidak lagi menunda perbaikan infrastruktur dasar.
Dalam dialog dengan warga, Bripka Hendra juga memberikan penyuluhan terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pemblokiran jalan, pengalihan arus secara sepihak, atau mengadang kendaraan yang melintas karena dapat mengganggu kelancaran umum dan berpotensi memicu konflik.
Aparat kepolisian berjanji tetap mengawal situasi di sekitar lokasi hingga pemerintah mengambil tindakan nyata. Warga pun diminta tetap tenang dan mengedepankan dialog agar setiap aspirasi dapat tersampaikan dengan baik tanpa mengganggu aktivitas sosial maupun ekonomi di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah kelurahan dan kecamatan masih melakukan koordinasi lanjutan dengan Dinas PU Polman. Masyarakat berharap aksi mereka mendapat respons cepat agar jalan penghubung utama yang sudah puluhan tahun rusak itu akhirnya bisa diperbaiki dan kembali aman dilalui masyarakat.







