SWARAMANDAR.COM, BONE , SULSEL. — Di saat sebagian besar instansi pemerintah menutup pintu kantor pada akhir pekan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bone justru tampil beda. Di bawah arahan Penjabat Bupati Bone, Andi Asman Sulaeman, S.Sos., M.M., instansi ini konsisten “melawan” arus dengan tetap membuka layanan administrasi kependudukan pada hari Minggu.
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Program layanan hari libur ini lahir dari kesadaran bahwa negara harus hadir di saat rakyat membutuhkan, bukan sekadar mengikuti jam kerja formal. Langkah progresif ini dipimpin langsung oleh Kepala Disdukcapil Bone, Andi Sabaruddin, S.STP., M.Si., dengan dukungan penuh dari Sekretaris Dinas, Dahlan Pabulangi, S.Sos., M.M., beserta seluruh jajaran staf yang berdedikasi.
“Kami tidak ingin masyarakat terkendala waktu kerja atau jarak. Negara harus hadir ketika rakyat membutuhkan,” tegas pihak Disdukcapil dalam komitmen pelayanannya.
Menjawab Kebutuhan Pekerja dan Warga Pelosok
Bagi banyak warga, mengurus dokumen kependudukan seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga, atau Akta Kelahiran seringkali menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi mereka yang bekerja di hari Senin hingga Sabtu. Dengan adanya layanan Minggu ini, masyarakat kini memiliki alternatif waktu yang lebih fleksibel tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama mereka.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang cukup tinggi. Sistem pelayanan terpadu tetap beroperasi penuh, mulai dari proses perekaman data, pencetakan dokumen fisik, hingga pembaruan database kependudukan secara digital.
Melampaui Rutinitas Administratif
Langkah Disdukcapil Bone ini mendapat apresiasi dari berbagai pengamat pelayanan publik. Kebijakan ini dinilai bukan sekadar rutinitas administratif biasa, melainkan sebuah bentuk kepemimpinan yang adaptif dan memahami kebutuhan riil warga. Di tengah gencarnya arus digitalisasi, Bone memberikan sentuhan personal dengan menghadirkan layanan fisik yang tetap prima di waktu senggang masyarakat.
Terobosan ini kini menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia. Bone berhasil membuktikan bahwa reformasi birokrasi sejati adalah tentang bagaimana mempermudah urusan rakyat, meskipun itu berarti harus melampaui batas jam kantor tradisional.
Dengan pola kerja yang progresif ini, Disdukcapil Bone kini berdiri sebagai garda terdepan pelayanan publik di Sulawesi Selatan, menegaskan bahwa hak administrasi warga adalah prioritas utama yang tidak boleh terhambat oleh kalender.







