SWARAMANDAR.COM, PASANGKAYU, —
Langit senja di Pasangkayu pada Jumat, 25 Juli 2025, seolah turut larut dalam duka mendalam. Sekira pukul 18.00 WITA, suasana haru menyelimuti Kelurahan Salunggadue, Kecamatan Pasangkayu, saat jenazah IPTU Usman — Pejabat Sementara Kabag Log Polres Pasangkayu — tiba di rumah duka untuk disemayamkan. Kepulangan almarhum bukan dalam keadaan tugas, melainkan dalam balutan kesedihan yang menyayat hati, setelah sebelumnya menghembuskan napas terakhir di RS Siloam Jakarta pada Kamis malam.
Suasana duka begitu terasa. Derai air mata menyambut kedatangan jenazah. Iring-iringan kendaraan dinas dan personel Polri yang berjalan perlahan menjadi saksi bisu betapa besar kehilangan atas kepergian salah satu putra terbaik institusi.
Kapolres Pasangkayu, AKBP Joko Kusumadinata, dengan mata yang berkaca-kaca namun tetap tegar, memimpin langsung prosesi penghormatan terakhir. Ia tidak hanya memberikan arahan sebagai pimpinan, tapi juga turun langsung memanggul peti jenazah rekannya — sebuah gestur penghormatan luar biasa yang menunjukkan betapa dekat dan berharganya sosok IPTU Usman di mata rekan sejawat.
“Beliau bukan hanya anggota, tapi juga saudara bagi kami. Sosok yang pekerja keras, rendah hati, dan selalu hadir untuk institusi ini,” ucap AKBP Joko dengan suara lirih.
Didampingi Wakapolres Kompol Syaiful Isnaini, para pejabat utama, para kapolsek jajaran, perwira, hingga seluruh bintara Polres Pasangkayu, berdiri membentuk barisan penghormatan. Tak ada satu pun yang mampu menyembunyikan kesedihan. Tangis pecah ketika peti jenazah diletakkan di rumah duka, disambut isak dari keluarga yang menanti dengan hati remuk.
Doa-doa pun mulai mengalun. Lantunan ayat-ayat suci mengiringi prosesi penyemayaman. Malam yang biasanya tenang, kali ini diselimuti rasa kehilangan, namun juga penuh keikhlasan dari mereka yang ditinggalkan.
IPTU Usman dikenal luas sebagai sosok berdedikasi tinggi. Semasa hidupnya, ia selalu hadir di tengah personel, tak segan turun langsung ke lapangan meski hanya sekadar memastikan kelengkapan logistik. Ia bukan hanya seorang perwira, tapi juga panutan dalam keteladanan.
“Tidak pernah mengeluh, selalu cepat tanggap, dan punya kepedulian besar terhadap anggota,” kenang salah satu bintara yang pernah bertugas bersamanya.
Kepergian IPTU Usman menjadi kehilangan yang tidak hanya dirasakan oleh keluarganya, tetapi juga oleh keluarga besar Polres Pasangkayu. Dalam setiap langkah pengabdiannya, almarhum telah menorehkan jejak kebaikan dan pengorbanan yang tak akan mudah dilupakan.
Kapolres menyampaikan, semangat, dedikasi, dan jiwa pengabdian yang ditinggalkan IPTU Usman akan menjadi warisan moral bagi setiap anggota Polres Pasangkayu. “Kami berduka, namun kami bangga pernah berdiri bersamanya dalam satu barisan pengabdian,” tegasnya.
Prosesi pemakaman akan dilaksanakan esok hari dengan upacara kedinasan, sebagai bentuk penghargaan institusi kepada almarhum. Ratusan anggota Polri, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar dijadwalkan hadir memberikan penghormatan terakhir.
Di tengah duka yang menyelimuti, keluarga almarhum menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari institusi Polri, khususnya Polres Pasangkayu yang terus mendampingi sejak awal hingga jenazah tiba di rumah.
“Semoga segala kebaikannya menjadi amal jariyah, dan beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar salah satu kerabat dekat dengan mata sembab.
IPTU Usman telah pergi, namun jejak pengabdiannya akan terus hidup dalam kenangan dan semangat para penerusnya di institusi. Kepergiannya bukan akhir, tapi pengingat bahwa pengabdian sejati tidak selalu diukur dari pangkat, melainkan dari hati yang tulus melayani.
Selamat jalan, Bhayangkara sejati. Jasamu abadi dalam kenangan institusi dan masyarakat yang kau cintai.







