Majene  

Festival Panen Hasil Belajar PGP. PJs Habibi: Guru Penggerak Agen Perubahan

Guru penggerak majene
PJs Bupati Majene Habibi Azis didampingi kadis Pendidikan Sulbar Mithar. (Ist)

MAJENE, Pjs. Bupati Majene, H. Habibi Azis, S.STP., MM, menghadiri dan secara resmi membuka kegiatan Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 10 Kabupaten Majene, pada Minggu, 27 Oktober 2024.

Acara ini merupakan rangkaian puncak dari proses pendidikan Guru Penggerak yang telah dilalui peserta selama beberapa bulan. Festival Panen Hasil Belajar memberikan kesempatan bagi para guru untuk memamerkan inovasi dan praktik baik yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah mereka.

Dalam sambutannya, H. Habibi Azis menyampaikan apresiasi terhadap peran para guru penggerak yang terus berinovasi dalam menciptakan suasana belajar yang kreatif dan adaptif.

Baca Juga  Koordinasi Percepatan Dana Stimulan dan Hibah Pascabencana, Pjs Bupati Majene Kunjungan ke BPBD Sulbar

“Guru Penggerak adalah agen perubahan yang diharapkan mampu menginspirasi rekan sejawat dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Majene,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, para kepala sekolah, dan peserta program PGP. Mereka bersama-sama berbagi pengalaman dan praktik terbaik sebagai langkah untuk memperkuat ekosistem pendidikan di Majene.

Baca Juga  130 Pelajar di Majene Ikut Seleksi Calon Paskibraka 2024, yang Lolos Hanya 89

Melalui program Guru Penggerak, para pendidik diharapkan tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pemimpin pembelajaran yang mampu menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan kolaboratif.

Dengan dibukanya Lokakarya 7 dan Festival Panen Hasil Belajar ini, Kabupaten Majene diharapkan dapat mencetak lebih banyak guru berkompeten yang siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan dan berperan aktif dalam menciptakan generasi penerus yang unggul. (adv)

Baca Juga  Polemik Rumah Makan Tipalayo di Pesisir Majene, Nikmat Kuliner yang Mengancam Ekosistem Laut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *