SWARAMANDAR.COM, JAKARTA — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, melakukan kunjungan kerja ke Ajungan Sulawesi Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (2/12/2025). Dalam agenda tersebut, Gubernur didampingi Plt Kepala Biro Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Sulbar, Murdanil.
Kegiatan diawali dengan olahraga pagi berupa joging di area TMII, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan menyeluruh terhadap Ajungan Sulbar untuk memastikan aspek fasilitas, tampilan budaya, serta kesiapan ajungan sebagai ruang representasi daerah pada kawasan destinasi wisata nasional tersebut.
Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa keberadaan Ajungan Sulbar memiliki peran strategis dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi daerah kepada masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara.
“Ajungan Sulawesi Barat bukan hanya simbol kehadiran daerah di TMII, tetapi merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk memperkuat identitas budaya kita di tingkat nasional. Pemerintah akan terus memastikan bahwa ajungan ini dikelola dengan baik dan menjadi ruang yang hidup bagi promosi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” ujar Gubernur.
Ia menambahkan bahwa penguatan aspek budaya menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi dalam mendukung pembangunan sektor pariwisata daerah yang berkelanjutan.
“Kami mendorong agar ajungan ini bukan sekadar tempat pameran, tetapi pusat aktivitas budaya yang dapat mengangkat kekayaan tradisi Sulbar, mulai dari arsitektur, kesenian, hingga produk kreatif. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan daya saing daerah melalui sektor budaya dan pariwisata,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Karo Pemkesra Murdanil menegaskan bahwa pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan pengelola TMII dan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung optimalisasi ajungan.
“Kami akan memastikan Ajungan Sulbar terus menghadirkan kegiatan seni dan budaya secara berkala. Selain itu, peningkatan sarana dan penguatan konten budaya akan menjadi fokus kami agar representasi budaya Sulawesi Barat tampil semakin baik,” ungkap Murdanil.
Peninjauan ditutup dengan sesi dialog antara rombongan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan pengelola ajungan untuk membahas kebutuhan pengembangan fasilitas, perawatan bangunan, serta peluang kolaborasi program budaya dan promosi ekonomi kreatif.
(rls)







