SWARAMANDAR.COM, POLMAN – Kecelakaan lalu lintas kembali menelan korban di Polewali Mandar. Seorang pelajar bernama Muh. Fajar (16) harus dilarikan ke rumah sakit setelah motor Yamaha Jupiter MX yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil Toyota Senia di Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Sabtu (13/9/2025) sekitar pukul 11.10 WITA.
Kecelakaan bermula ketika mobil Senia bernomor polisi DD 1141 S, yang dikemudikan Rifky Dwi Putra Montolalu (20), melaju dari arah Majene menuju Polewali. Saat itu, motor yang dikendarai korban datang dari arah berlawanan dengan kecepatan cukup tinggi.
Diduga hilang kendali, motor korban oleng dan masuk ke jalur mobil. Tabrakan keras pun tak terhindarkan. Benturan langsung mengenai bagian depan kedua kendaraan hingga menyebabkan kerusakan cukup parah.

Korban Muh. Fajar mengalami luka terbuka pada bibir, dagu, dan kelopak mata kiri. Sementara pengemudi mobil, Rifky, selamat tanpa luka. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian langsung berhamburan memberikan pertolongan.
Dua saksi mata, yakni Adrian (18) dan Ela Fitri (23), memberikan keterangan kepada polisi mengenai jalannya peristiwa. “Motor itu tiba-tiba oleng ke jalur mobil, tabrakan langsung terjadi di depan kami,” tutur salah seorang saksi.
Kanit Lantas Polsek Tinambung AIPDA Yusri yang menerima laporan segera turun ke lokasi. Polisi melakukan olah TKP, memeriksa saksi, serta mengamankan barang bukti berupa mobil Senia dan motor Jupiter MX. Kedua kendaraan kini diamankan di Mapolsek Tinambung.
Kerugian materi akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp10 juta. Meski hanya melibatkan dua kendaraan, dampak insiden tersebut cukup mengkhawatirkan karena korban yang masih di bawah umur mengalami luka serius.
Kasus ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya dalam berkendara. Usia muda dan minim pengalaman kerap menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan, mengutamakan keselamatan, serta menghindari berkendara ugal-ugalan. “Satu detik lengah di jalan bisa berakibat fatal,” tegas petugas yang menangani kasus tersebut.







