SWARAMANDAR.COM, MAJENE – SMP Negeri 6 Majene yang berada di Kelurahan Rangas, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini memasuki masa transisi kepemimpinan. Kepala Sekolah Sumaila, S.Pd., M.Pd., yang selama enam tahun terakhir menakhodai sekolah ini, akan memasuki masa purna tugas pada akhir Juli 2025. Selama kepemimpinannya, sekolah ini tetap berupaya menjalankan proses belajar mengajar di tengah keterbatasan fasilitas yang cukup memprihatinkan.
Gedung sekolah yang menjadi pusat kegiatan belajar dibangun sejak tahun 1982. Dari dua ruangan kelas yang juga berfungsi tempat rumbel terbilang harus direhap dan adapun juga ruangan kantor kepala sekolah, ruang administrasi, dan tata usaha, kondisinya kini memprihatinkan karena bangunan terlihat ambruk dan tidak lagi layak digunakan. Kondisi ini seharusnya sekolah menambah dua ruang rombongan belajar (rombel) sebagai penunjang. Namun, ruangan tersebut pun tidak memberikan kenyamanan maksimal bagi siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
“Proses belajar tetap berjalan, tapi kenyamanan sangat terbatas. Kami berharap ke depan kondisi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah,” ungkap salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya.
Tak hanya itu, fasilitas perpustakaan yang seharusnya menjadi pusat literasi siswa juga mengalami kendala. Pada tahun 2024, dibangunlah gedung perpustakaan dengan ukuran awal 3×5 meter yang kemudian diperluas menjadi 5×8 meter. Namun, pembangunan itu hingga kini belum selesai dengan sempurna. Bangunan tersebut masih belum memiliki dinding, sehingga belum dapat difungsikan secara optimal sebagai ruang membaca dan belajar siswa.
Saat ini SMPN 6 Majene memiliki 408 siswa, dibina oleh 18 guru PNS, dan 12 guru berstatus P3K dan 13 guru honorer. Untuk mendukung kegiatan administrasi, sekolah ini juga dibantu 4 orang staf PNS dan 15 staf honorer. Meski jumlah tenaga pendidik cukup memadai, keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi.
Para guru dan staf berharap momentum purnatugasnya Kepala Sekolah Suaila menjadi titik awal perhatian lebih serius dari pemerintah daerah dan pihak terkait. Perbaikan fasilitas sekolah diyakini akan memberikan dampak besar terhadap mutu pendidikan.
“Kami ingin SMPN 6 Majene tidak hanya dikenal karena semangat guru dan siswanya, tapi juga punya fasilitas yang layak. Karena kenyamanan belajar itu penting,” tambah salah satu staf tata usaha.
Masyarakat sekitar pun berharap agar kondisi sekolah yang memprihatinkan ini segera mendapat solusi. Dukungan anggaran pembangunan ruang kelas baru, perbaikan gedung lama, dan penyelesaian bangunan perpustakaan yang belum sempurna diharapkan segera direalisasikan. Dengan perhatian serius, SMPN 6 Majene diyakini mampu mencetak generasi muda yang unggul dan siap bersaing di masa depan.







