SWARAMANDAR.COM, MAJENE – Tangis haru tak terbendung saat jajaran Satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Majene melepas salah satu personel terbaiknya, Brigpol Heri, yang resmi pindah tugas ke daerah lain. Perpisahan sederhana yang digelar di Resto Cilacap itu menjadi momen yang membekas di hati seluruh rekan kerja, Selasa 12/08/25.
Bertahun-tahun bertugas bersama, Brigpol Heri bukan sekadar rekan kerja bagi anggota Tipikor. Ia adalah sahabat, keluarga, dan penguat tim dalam setiap misi. Tidak heran jika kabar kepindahannya membuat suasana markas mendadak terasa berat.
Kanit Tipikor Ipda Aulia Usmin, SH, dalam sambutannya mengaku sangat berat melepas salah satu anggotanya yang telah berjuang bersama melewati banyak suka dan duka.
“Heri bukan hanya anggota, dia saudara bagi kami. Tapi demi keluarganya, kami harus merelakan kepergiannya,” ucap Aulia dengan suara bergetar.
Alasan kepindahan ini pun sangat manusiawi. Heri memilih mendekatkan diri kepada sang istri dan keluarga yang tinggal di wilayah tempat tugas barunya. Sebuah keputusan yang diambil dengan hati, meski harus meninggalkan rekan-rekan yang sudah seperti keluarga kedua.
“Keluarga itu prioritas utama. Kami di Tipikor memahaminya. Meski kehilangan, kami bangga Heri akan tetap mengabdi dengan dedikasi yang sama di tempat baru,” tambah Aulia.
Rekan-rekan satuan tak lupa mengenang momen kebersamaan saat Heri terlibat dalam berbagai penanganan kasus. Mulai dari penyelidikan yang penuh tantangan, hingga penyidikan yang membutuhkan kerja sama tanpa kenal waktu.
Heri dikenal sebagai sosok yang sabar, rendah hati, dan tak pelit berbagi ilmu. Banyak anggota muda Tipikor yang menganggapnya mentor, karena kesiapannya membimbing tanpa menggurui.
Dalam kesempatan perpisahan itu, Heri menyampaikan rasa terima kasih yang tulus.
“Saya merasa terhormat menjadi bagian dari keluarga besar Tipikor. Semua kenangan, pelajaran, dan kebersamaan di sini akan saya bawa ke tempat tugas baru,” ujarnya sambil tersenyum menahan haru.
Ia menegaskan, meski jarak akan memisahkan, hubungan baik dan rasa persaudaraan yang terjalin selama ini tidak akan pernah putus. “Kita tetap satu, walau berbeda lokasi,” katanya.
Acara perpisahan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran tugas Heri di tempat yang baru. Suasana hening seketika, diiringi rasa haru yang begitu kuat.
Sebagai tanda kenangan, rekan-rekan memberikan cenderamata yang sederhana namun sarat makna. Bagi Heri, hadiah itu bukan sekadar benda, tetapi simbol persaudaraan yang tidak akan luntur oleh waktu.
Saat sesi foto bersama, beberapa personel tak mampu menahan air mata. Tawa bercampur haru mengiringi detik-detik terakhir kebersamaan di satuan tersebut.
Perpisahan ini mengajarkan bahwa di balik tugas berat aparat penegak hukum, ada ikatan emosional yang kuat. Meski kini Heridi bertugas di daerah lain, semangat kebersamaan dan persaudaraan akan terus hidup di hati rekan-rekannya.







