SWARAMANDAR.COM, POLMAN – Malam Minggu di Desa Tandung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), berubah mencekam setelah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor, Sabtu (4/10/2025) sekitar pukul 23.30 WITA. Seorang remaja berusia 16 tahun mengalami luka serius akibat insiden tersebut.
Peristiwa bermula ketika sepeda motor RX King hitam yang dikendarai Miftahur Risky, pelajar asal Desa Galung Lombok, melaju dari arah Polewali menuju Majene. Saat melintas di lokasi, motornya tiba-tiba hilang kendali hingga menabrak Vespa hijau yang berada tepat di depannya.

Pengendara Vespa, Thendi Rahmat (41), seorang wiraswasta asal Kelurahan Tande Timur, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, selamat dari maut. Ia tak mengalami luka meski motornya mengalami kerusakan cukup parah.
Nasib berbeda dialami Miftahur. Remaja itu terkapar dengan luka serius pada paha, lutut, kaki, siku, bahkan mengeluarkan darah dari mulut. Warga sekitar yang mendengar dentuman keras segera berdatangan dan memberikan pertolongan pertama sebelum polisi tiba di lokasi.
Benturan keras juga meninggalkan kerusakan pada kendaraan. RX King ringsek di bagian depan, sementara Vespa mengalami kerusakan di bodi samping dan belakang. Polisi memperkirakan kerugian materi akibat insiden ini mencapai sekitar Rp2 juta.
Dua saksi mata, yakni Musjad (58), seorang satpam asal Kelurahan Labuang, serta Afiq Afandi (21), pemuda asal Desa Galung Lombok, memberikan keterangan yang membantu polisi merekonstruksi kronologis kecelakaan tersebut.
Tak lama setelah laporan diterima, Kanit Lantas Polsek Tinambung Aipda Yusri bersama Ka SPKT II Aipda Muh. Robby dan Briptu Badar mendatangi lokasi kejadian. Mereka segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Tinambung, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa dua motor, serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.
Polisi mengklasifikasikan peristiwa ini sebagai laka ganda, yaitu kecelakaan akibat kendaraan dari belakang menabrak kendaraan di depannya. Faktor hilangnya kendali diduga menjadi penyebab utama.
Kapolsek Tinambung, Iptu M. Azharil Nampak, S.Tr.K., M.H., mengingatkan masyarakat, khususnya pelajar dan remaja, agar selalu berhati-hati saat berkendara.
“Keselamatan adalah yang utama. Jangan terburu-buru, pastikan kondisi fisik maupun kendaraan dalam keadaan prima. Kecelakaan sekecil apa pun bisa berakibat fatal,” tegasnya.
Malam itu, suasana Desa Tandung kembali tenang. Namun dentuman keras yang memecah sunyi dan pemandangan seorang remaja terkapar di aspal, masih menjadi pengingat betapa rapuhnya keselamatan di jalan raya.







