SWARAMANDAR.COM, MAJENE — Momen kebersamaan penuh kehangatan tercipta saat Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Majene, Muh. Ilham Yamin, S.E., S.H., M.M., bertemu dengan Ketua Ikatan Jurnalis Sulbar (IJS), dalam suasana akrab dan bersahabat, Selasa (06/08/2025). Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan juga menjadi wujud kekuatan hubungan kultural sesama Wija To Bone yang berakar kuat pada nilai persaudaraan dan kebersamaan.
Dalam suasana santai namun penuh makna, keduanya tampak berbincang hangat membahas berbagai hal, mulai dari pelayanan publik di bidang pertanahan hingga peran media dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Muh. Ilham Yamin mengungkapkan bahwa kedekatan yang terjalin ini adalah bagian dari semangat membangun Majene secara bersama-sama. “Saya percaya bahwa sinergi antara instansi pemerintah dan media sangat penting. Dan tentu saja, sebagai sesama Wija To Bone, kita punya ikatan emosional dan nilai budaya yang mengajarkan untuk saling mendukung,” tuturnya.
Ketua IJS juga menyambut baik keakraban ini. Ia menyatakan bahwa hubungan baik dengan institusi pertanahan menjadi kunci dalam penyampaian informasi yang berimbang dan membangun kepada masyarakat. “Kami siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi Kantor Pertanahan Majene. Apalagi kita sesama perantau Wija To Bone, tentu punya tanggung jawab moral untuk memberi dampak positif di tanah rantau,” ujarnya.
Pertemuan ini bukan hanya mencerminkan keharmonisan antarpihak, tetapi juga menegaskan pentingnya silaturahmi lintas profesi dalam membangun daerah. Nilai-nilai Bugis To Bone seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge terasa kuat mewarnai interaksi antara dua tokoh yang sama-sama berdarah Bone ini.
Meski hanya berlangsung singkat, momen ini meninggalkan kesan mendalam. Banyak pihak berharap agar sinergi seperti ini terus diperkuat demi kemajuan Majene yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam konteks pembangunan zona integritas dan peningkatan kualitas pelayanan publik, komunikasi yang harmonis dengan awak media menjadi salah satu modal penting. Dan pertemuan ini menjadi contoh nyata bagaimana budaya, birokrasi, dan media bisa berjalan beriringan.
Silaturahmi tersebut pun ditutup dengan senyuman dan saling mendoakan keberkahan dalam tugas dan pengabdian masing-masing. Sebuah langkah kecil, namun berarti besar dalam memperkuat jejaring sosial dan profesional di Majene.







