SWARAMANDAR.COM, POLMAN – Satuan Reserse Narkoba Polres Polewali Mandar (Polman) mengungkapkan apersiasi terhadap unggahan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen (Purn) Salim Mengga, di media sosial walaupun dinilai dapat mengganggu proses pengejaran terhadap jaringan pengedar narkoba di wilayah Polman.
Kasat Narkoba Polres Polman, IPTU Irman Setiawan. SH. MH, dalam keterangannya, Senin (28/7/2025), menilai unggahan tersebut menjadi spirit kami selaku aparat yang masih melakukan pengembangan kasus. “Kami apresiasi unggahan itu, karena tanpa disadari dapat memberi efek kejut bagi kami selaku APH terhadap proses pengejaran. Apalagi salah satu pelaku sudah kami tangkap, sementara rekan-rekannya masih dalam pengejaran,” tegasnya.
Unggahan yang dimaksud berisi pernyataan Wakil Gubernur yang mengumumkan penangkapan pelaku pengedar narkoba di wilayah Polman. Menurut Kasat Narkoba Irman Setiawan, publikasi yang membuat kami semakin kuat menunjukkan komitmen kami mengejar jaringan narkoba yang masih buron dan berharap menjadi kewaspadaan kita semua jika ternyata pelaku melarikan diri ke wilayah lain.
“Perlu dipahami bahwa pengungkapan kasus narkoba tidak berhenti hanya pada satu orang. Kami sedang memburu jaringan lain. Ketika ada pihak yang mengumumkan secara terbuka, itu bisa menjadi peringatan dini bagi mereka yang sedang kami bidik,” ungkap IPTU Irman Setiawan.
Irman Setiawan menambahkan, pihak kepolisian sangat menghargai perhatian para pejabat terhadap upaya pemberantasan narkoba. Namun ia berharap ke depan ada koordinasi sebelum informasi sensitif dipublikasikan, apalagi di media sosial yang menjangkau banyak orang. “Semangat kita sama, memerangi narkoba. Tetapi kami mengingatkan bahwa ada tahapan penyelidikan yang harus dijaga kerahasiaannya demi keberhasilan operasi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, publikasi yang tidak pada tempatnya berisiko menimbulkan kesan bahwa pengungkapan kasus narkoba sekadar pencitraan, padahal tujuan utama kepolisian adalah memutus mata rantai peredaran. “Jangan sampai niat baik justru menjadi bumerang yang dimanfaatkan jaringan narkoba untuk menghilangkan barang bukti atau kabur,” kata Irman Setiawan.
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan akan terus bekerja profesional. Saat ini, tim Satresnarkoba Polres Polman masih memburu beberapa pelaku lain yang telah diidentifikasi. “Kami minta dukungan semua pihak, termasuk pejabat daerah, agar memberi ruang kepada aparat menyelesaikan tugasnya. Setelah semua pelaku tertangkap, tentu kami akan umumkan hasil lengkapnya,” tegasnya.
Bentuk perhatian yang disampaikan Kasat Narkoba ini menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan sinergi dan kehati-hatian semua pihak. Publikasi yang terburu-buru berpotensi merugikan kerja keras aparat di lapangan.







