SWARAMANDAR.COM, MAJENE, 24 DESEMBER 2025 – Sebuah jalan setapak sepanjang puluhan meter di sisi Pengadilan Lingkungan Papota, Kelurahan Labuang Utara, Kecamatan Banggae Timur, menjadi bukti nyata kelalaian yang membuat warga Kabupaten Majene kecewa. Jalur yang menghubungkan Jalan Jenderal Sudirman (poros Majene-Mamuju) dengan Jalan Lettu Muhammad Yamin (arah Pantai Wisata Dato) dibiarkan rusak tak terawat, meskipun aspirasi perbaikan sudah berkali-kali disampaikan kepada anggota DPRD Majene.
Sebagai akses vital bagi pengguna roda dua dan jalan pintas anak sekolah, jalan tersebut hanya mendapatkan janji manis dari wakil rakyat dapil Banggae Timur tanpa tindak lanjut nyata. Dinar, warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya: “Setiap kali diusulkan, jawabannya selalu janji. Tidak pernah ada tindak lanjut. Kebijakan pembangunan terasa tidak berpihak pada warga, padahal hanya puluhan meter saja.”
Ironisnya, lokasi jalan berada tepat di depan perumahan Lapas Majene dan berdampingan dengan Pengadilan Negeri Majene. Masyarakat menilai, kawasan strategis tersebut seharusnya menjadi alasan untuk mendapatkan perhatian lebih. Kondisi rusak membuat anak sekolah terpaksa mengambil jalan lebih jauh demi menghindari risiko kecelakaan.
Masyarakat berharap DPRD dan Pemerintah Daerah segera berkolaborasi mengalokasikan anggaran, karena perbaikan tidak hanya meningkatkan keselamatan tetapi juga efisiensi waktu. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait, dan warga masih menunggu bukti bahwa aspirasi mereka bukan sekadar dicatat dalam janji politik.







