SWARAMANDAR.COM, POLMAN — Kelalaian kecil nyaris berujung petaka besar di Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Sebuah rumah milik warga setempat, Andi Sari Bulan (60), dilahap si jago merah pada Jumat pagi (9/1/2026) setelah ditinggalkan saat sedang mengolah santan kelapa di dapur.
Beruntung, aksi cepat tanggap warga sekitar bersama aparat kepolisian berhasil memutus rantai kobaran api sebelum meluas ke pemukiman padat penduduk.
Peristiwa bermula sekitar pukul 08.45 WITA. Saat itu, korban tengah memasak santan kelapa di atas tungku tradisional berbahan tanah liat untuk dijadikan minyak. Namun, di tengah proses memasak, dapur ditinggalkan dalam kondisi api kayu bakar masih menyala hebat.
Hanya dalam hitungan menit, api menyambar dinding dapur yang didominasi material kayu kering. Kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi seketika memicu kepanikan warga di Jalan Nuri.
Aksi Heroik Warga dan Polisi
Melihat api mulai tidak terkendali, warga sekitar secara spontan bahu-membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Air dari ember dan selang rumah tangga dikerahkan untuk mengepung titik api.
Di saat yang sama, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pekkabata, Bripka Hasrat M., langsung meluncur ke lokasi untuk mengamankan TKP dan membantu proses pemadaman. Berkat kekompakan tersebut, api berhasil dijinakkan sebelum sempat menyentuh bangunan utama rumah maupun merembet ke rumah tetangga.
“Kesigapan warga sangat krusial di sini. Api berhasil dikuasai bahkan sebelum armada pemadam kebakaran tiba di lokasi,” ujar Kapolsek Polewali, IPTU Samsul Bahri Subu.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Meski demikian, kerugian materiil akibat kerusakan dapur diperkirakan mencapai Rp1,5 juta.
Kapolsek Polewali mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga. Penggunaan tungku tradisional maupun kompor harus tetap dalam pengawasan penuh, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Jangan pernah meninggalkan dapur dalam kondisi api menyala. Kelalaian beberapa menit saja bisa menghanguskan apa yang kita bangun selama bertahun-tahun,” tegas IPTU Samsul Bahri.







