Tragedi Maut di Jalan Husni Thamrin Mamuju: Adu Banteng Tiga Motor, Dua Nyawa Melayang

SWARAMANDAR.COM, MAMUJU – Kecelakaan maut yang melibatkan tiga sepeda motor terjadi di Jalan Husni Thamrin, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Kamis malam (8/1/2026). Insiden memilukan yang terjadi sekitar pukul 21.00 WITA tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya menderita luka-luka.

Kejadian ini bermula dari aksi kejar-kejaran dua unit sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi di tengah kegelapan malam.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengungkapkan bahwa kecelakaan bermula saat sepeda motor Yamaha Jupiter (tanpa plat nomor) dan Yamaha Mio (DC 5483 GZ) meluncur beriringan dari arah utara menuju selatan. Tragisnya, kedua motor tersebut masing-masing ditumpangi oleh tiga orang (berbonceng tiga).

Baca Juga  Tangis Bayi di Irigasi: Warga Tulung Rejo Geger, Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Mengapung di Sawah

“Berdasarkan keterangan saksi, kedua kendaraan ini bergerak sangat kencang dan mencoba mendahului kendaraan di depan mereka. Namun, saat sedang menyalip, para pengendara kehilangan kendali atas kendaraannya,” ujar Iptu Herman Basir dalam keterangannya, Jumat 09/01/26.

Nahas, saat kedua motor tersebut melebar ke jalur lawan, muncul sebuah sepeda motor Honda Beat (tanpa plat nomor) dari arah berlawanan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat dan kecepatan tinggi, tabrakan “adu banteng” tak terelakkan.

Baca Juga  Gempa Poso M6,0: Suasana Panik Selimuti RSUD Poso, Pasien Dievakuasi ke Luar Gedung

Benturan keras tersebut menyebabkan para pengendara dan penumpang terpental ke aspal. Akibat luka serius pada bagian kepala dan tubuh, dua orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, tiga korban lainnya yang mengalami luka berat dan ringan segera dievakuasi warga bersama aparat kepolisian ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kondisi kendaraan dilaporkan rusak parah. Saat ini, seluruh barang bukti sudah kami amankan ke Mapolresta Mamuju untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tambah Herman.

Insiden ini menjadi pengingat pahit bagi warga Mamuju mengenai pentingnya keselamatan berkendara. Polisi menyoroti beberapa pelanggaran fatal dalam kasus ini, mulai dari kendaraan tanpa nomor polisi, aksi berboncengan tiga ( overload ), hingga perilaku berkendara melebihi batas kecepatan.

Baca Juga  BreakingNews: Tiga Rumah di Desa Renggeang Rata Dilalap Api

Polresta Mamuju mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar insiden serupa tidak terulang kembali.

“Kami meminta seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas. Jangan membawa penumpang melebihi kapasitas, gunakan helm, dan paling utama, jangan memacu kendaraan melampaui batas kecepatan. Keselamatan adalah prioritas, karena ada keluarga yang menunggu Anda di rumah,” tegas Iptu Herman.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan berantai tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *