SWARAMANDAR.COM, POLMAN – Upaya Polsek Binuang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali membuahkan hasil. Personel Polsek Binuang berhasil memediasi sengketa batas lahan antarwarga di Dusun Silopo, Desa Mirring, Kecamatan Binuang, Senin (25/8/2025).
Mediasi tersebut dipimpin Kanit Binmas Polsek Binuang AIPTU Hariyanto bersama Kanit Reskrim AIPDA Aras serta Bhabinkamtibmas Desa Mirring BRIPKA Abd Rahman. Pertemuan mempertemukan kedua belah pihak yang berselisih, yakni Lk. U (60) dan Pr. DA (43) sebagai pihak pertama, dengan Lk. MS (65) dan Lk. J (75) sebagai pihak kedua.
Kapolsek Binuang IPTU Rahman, melalui Kanit Binmas AIPTU Hariyanto, mengungkapkan bahwa perselisihan berawal pada Kamis (14/8/2025) ketika dilakukan penentuan patok batas kebun. Perbedaan pendapat memicu adu mulut, bahkan mengungkit masalah lama yang berpotensi menimbulkan konflik berkepanjangan.
Untuk mencegah ketegangan semakin meluas, Bhabinkamtibmas segera mengambil langkah proaktif dengan menginisiasi mediasi di Polsek Binuang. Dengan suasana kekeluargaan, kedua belah pihak akhirnya menyepakati penyelesaian damai.
Dalam kesepakatan tersebut, para pihak berjanji tidak lagi mengungkit permasalahan lama maupun menyebarkan cerita yang dapat merugikan masing-masing. Mereka juga menyatakan menganggap persoalan selesai tanpa harus dibawa ke ranah hukum.
Tak hanya itu, kedua belah pihak berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban, serta kerukunan di lingkungan masyarakat. Kesepakatan tersebut disaksikan aparat kepolisian sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga keharmonisan di Desa Mirring.
Dengan selesainya sengketa ini, suasana kembali kondusif. Polsek Binuang menegaskan akan terus hadir sebagai penengah dan penjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
“Penyelesaian damai seperti ini adalah wujud nyata semangat kekeluargaan masyarakat kita. Polri hanya menjadi jembatan, yang terpenting adalah komitmen bersama warga untuk menjaga kerukunan,” tegas AIPTU Hariyanto.
Langkah Polsek Binuang ini pun mendapat apresiasi masyarakat setempat. Mereka menilai mediasi adalah solusi terbaik untuk menghindari konflik yang berlarut-larut, sekaligus menjaga persaudaraan antarwarga tetap utuh.







