SWARAMANDAR.COM, MAJENE – Ikatan Jurnalis Sulbar (IJS) Majene kembali menebarkan kepedulian lewat program Jumat Berbagi, sebuah kegiatan sosial yang dirancang untuk membantu warga yang membutuhkan.
Program yang digagas Ketua IJS Majene, Syamsuddin Kamal, ini dilaksanakan secara rutin dan menjadi salah satu agenda utama organisasi. Tujuannya sederhana namun bermakna: mengajak semua orang yang memiliki kelebihan untuk berbagi dengan mereka yang benar-benar membutuhkan.
Pada Jumat kali ini, tim IJS Majene menyambangi lingkungan Rangas, Pabesoang. Di sinilah mereka bertemu dengan keluarga Haerul, bocah berusia 14 tahun yang sejak lahir harus berjuang dengan kondisi disabilitas fisik dan kekurangan gizi (stunting).
Haerul lahir dengan kondisi lumpuh layu pada bagian kiri tubuhnya. Pertumbuhan fisiknya lambat, membuatnya berbeda dengan anak-anak seusianya. Namun di balik tubuh ringkih itu, tersimpan ketabahan yang luar biasa.
Ayah Haerul, Abd. Muttalib, bekerja sebagai tukang batu dengan penghasilan yang serba terbatas. Sementara sang ibu hanya bisa membantu menambah nafkah dengan menjual sabuk kelapa di rumah. Penghasilan itu jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Yang menyedihkan, hingga saat ini Haerul belum pernah sekalipun mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. “Sudah pernah didata, tapi tidak pernah ada bantuan,” kata sang ayah dengan nada pasrah.
Syamsuddin Kamal menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar memberi bantuan, melainkan membangkitkan kesadaran kolektif agar masyarakat yang mampu mau ikut peduli. “Apa yang kita lakukan ini lahir dari hati nurani. Kita berharap semakin banyak yang mau berbagi,” ujarnya.
Haerul dinilai sangat layak mendapatkan perhatian serius, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Kebutuhan dasarnya, seperti sembako, gizi tambahan, hingga akses kesehatan mendesak untuk segera dipenuhi.
Fakta lain yang terungkap adalah ibu dan dua saudara Haerul ternyata belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Padahal kartu ini bisa membantu mereka mendapatkan layanan kesehatan secara gratis.
Ketua IJS Majene berharap kondisi ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah. “Kami berharap, setelah ini ada tindak lanjut agar Haerul bisa masuk dalam program bantuan seperti PKH dan BPNT,” ujarnya.
Program Jumat Berbagi akan terus berjalan menyasar warga-warga yang membutuhkan di berbagai pelosok Majene. Syamsuddin menegaskan bahwa aksi ini bukan seremonial semata, tetapi misi kemanusiaan.
“Tunggu IJS berbagi di tempat anda berikutnya,” pungkasnya dengan penuh harap.







