Kasus Penganiayaan Di desa Simbang Berujung Damai

SWARAMANDAR.COM, MAJENE – Dalam rangka menjaga kondusifitas dan keamanan masyarakat di wilayah hukumnya, jajaran kepolisian terus melakukan berbagai upaya preventif, salah satunya melalui problem solving.

Seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Simbang, AIPTU M. Sabran, yang memediasi kasus penganiayaan antara dua warga binaannya.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di Dusun Lamaru, Desa Simbang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene. Dalam kasus tersebut, warga berinisial BH diduga melakukan penganiayaan terhadap KN.

Baca Juga  Sebanyak 33 Personel Polres Majene Naik Pangkat, Jadi Kado Istimewa di Hari Bhayangkara ke-79

Upaya mediasi dilakukan oleh AIPTU M. Sabran di Mapolsek Pamboang pada Jumat (23/5/25), dengan menghadirkan kedua belah pihak yang bersengketa serta disaksikan oleh anggota keluarga masing-masing.

Berbekal pendekatan persuasif dan kekeluargaan, mediasi yang difasilitasi oleh AIPTU M. Sabran bersama Babinsa berjalan dengan lancar. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai dan kekeluargaan.

Baca Juga  Rekonstruksi Kasus Dugaan Pelecehan Anak di PAUD, 61 Adegan Diungkap di Lokasi Kejadian

“Keduanya menyadari kekeliruan yang terjadi dan berkomitmen untuk tidak memperpanjang masalah ini ke jalur hukum. Mereka juga membuat kesepakatan bersama bahwa masalah ini dianggap selesai dan tidak akan dipermasalahkan kembali di kemudian hari,” ungkap AIPTU M. Sabran.

Namun demikian, pihak kepolisian tetap memberikan peringatan tegas bahwa apabila perbuatan serupa terulang kembali, maka proses hukum akan tetap diberlakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  Sinergi Polisi dan Petani: Bhabinkamtibmas Banggae Dorong Ketahanan Pangan Lewat Jagung Hibrida

Langkah mediasi ini merupakan bagian dari upaya preventif Bhabinkamtibmas dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan damai di tengah masyarakat, serta menjadi cerminan bahwa penyelesaian konflik secara kekeluargaan masih menjadi jalan terbaik dalam membangun harmoni sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *