SWARAMANDAR.COM, POLMAM – Bentuk nyata kepedulian terhadap warga kurang mampu kembali ditunjukkan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S Mengga. Pada Selasa, 5 Agustus 2025, ia menyambangi sebuah gubuk reot milik Nenek Hatija, warga lanjut usia yang hidup sendiri di Kelurahan Pappang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.
Gubuk kecil berdinding anyaman bambu, berlantai tanah, dan beratapkan seng bocor menjadi saksi bisu perjuangan hidup Nenek Hatija. Dalam keterbatasannya, perempuan tua ini bertahan hidup tanpa fasilitas dasar yang layak.
Kunjungan Wakil Gubernur Sulbar ini merupakan bagian dari program pemantauan langsung Pemprov Sulbar terhadap kondisi sosial masyarakat yang selama ini luput dari perhatian luas. Di sela kunjungannya, Salim S Mengga menyampaikan rasa haru dan prihatin mendalam terhadap kehidupan Nenek Hatija.
“Kami tidak bisa tinggal diam melihat ada warga kita hidup dalam kondisi seperti ini. Ini tanggung jawab bersama, khususnya pemerintah,” ucapnya lirih.
Tak sekadar hadir, Salim S Mengga juga menyerahkan bantuan langsung berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga. Ia juga berinteraksi dengan warga sekitar untuk mendengar keluhan dan masukan terkait kondisi sosial-ekonomi di kampung tersebut.
Kehadiran orang nomor dua di Sulbar ini disambut hangat warga. Mereka menilai kunjungan ini sebagai bentuk perhatian dan harapan baru agar masalah kemiskinan ekstrem bisa segera ditangani pemerintah.
Salim menegaskan, perbaikan rumah tidak layak huni akan terus menjadi prioritas dalam program bantuan sosial Pemprov Sulbar. Ia berkomitmen untuk mengupayakan kolaborasi lintas sektor agar rumah-rumah warga seperti milik Nenek Hatija segera direnovasi dan bisa menjadi tempat tinggal yang layak.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait agar rumah Nenek Hatija dapat dibangun kembali dengan layak. Kami ingin memastikan setiap warga Sulbar bisa hidup dengan bermartabat,” tegasnya.
Kisah Nenek Hatija menjadi pengingat bahwa di tengah geliat pembangunan, masih banyak warga yang harus diperjuangkan. Pemerintah diharapkan tidak hanya hadir di atas kertas, tapi benar-benar menyentuh kehidupan nyata mereka yang paling membutuhkan.







