Majene  

Skandal Diduga Honorer Siluman di Malunda: 5 Nama Tiba-Tiba Masuk Daftar P3K, Camat Tak Pernah Kenal

SWARAMANDAR.COM, MAJENE, Malunda – Skandal kepegawaian kembali mencuat di Kabupaten Majene. Di Kecamatan Malunda, lima nama honorer misterius yang diduga siluman tiba-tiba masuk dalam daftar pegawai kecamatan, padahal Camat Malunda sendiri mengaku tidak pernah mengenal mereka. Kasus ini memicu kecurigaan adanya permainan titipan dalam proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Kehadiran lima nama tersebut sontak menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pegawai honorer lain yang sudah lama mengabdi. Mereka merasa heran, bagaimana mungkin orang yang diduga tidak pernah hadir di kantor kecamatan justru bisa tercatat resmi dengan SK Bupati.

Camat Malunda, saat dikonfirmasi, tidak menampik kejanggalan itu. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bertatap muka atau bekerja sama dengan lima orang tersebut. “Mereka tidak pernah berkantor di sini. Saya minta agar dikembalikan ke dinas asal masing-masing, supaya tidak menimbulkan keresahan di kalangan honorer,” tegasnya.

Baca Juga  Car Free Day Majene Semakin Meriah, Kue Tradisional hingga Kekinian dapat Ditemui

Para honorer lama pun merasa dikhianati. Selama bertahun-tahun mereka setia bekerja dengan honor minim, namun ketika ada peluang P3K, tiba-tiba muncul “pendatang baru” yang bahkan tidak pernah terlihat di lingkungan kecamatan.

Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya aktor di balik layar yang sengaja menempatkan lima orang itu di kecamatan hanya untuk memenuhi syarat administrasi seleksi P3K. “Siapa yang bermain di balik ini? Kami ingin kejelasan,” keluh salah satu narasumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga  Kejari Majene Melaksanakan Kampanye Anti Korupsi di Lapangan Prasamya Majene

Isu ini pun menyebar ke masyarakat. Publik bertanya-tanya apakah praktik titip-menitip masih subur di birokrasi daerah. Jika benar, hal ini jelas merusak kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen ASN yang seharusnya transparan dan adil.

Tuntutan kini mengarah ke Pemerintah Kabupaten Majene, terutama Badan Kepegawaian Daerah (BKD), agar segera memberikan klarifikasi terbuka. Tanpa penjelasan resmi, kasus ini akan terus menjadi bola panas dan mencoreng citra pemerintah daerah.

Baca Juga  Kecelakaan Maut, Satu Korban Meninggal Dunia Begini Krologisnya

Skandal yang diduga honorer siluman di Malunda juga memberi sinyal bahwa sistem pengelolaan tenaga honorer masih rawan manipulasi. Apabila tidak ditangani serius, keresahan para pegawai lama bisa berujung pada aksi penolakan bahkan krisis kepercayaan.

Kini publik menanti jawaban: siapa sebenarnya aktor di balik masuknya lima nama misterius itu ke Kecamatan Malunda? Apakah ini murni kelalaian administrasi, atau justru bagian dari praktik titip-menitip demi meloloskan orang tertentu dalam seleksi P3K?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *