Mentan Amran Sulaiman Tegaskan Negara Hadir, Harga Beras Stabil Rp12.000–Rp12.500 per Kilo

SWARAMANDAR.COM, JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali menegaskan komitmennya membela kepentingan rakyat, baik petani maupun konsumen, di tengah maraknya isu dan narasi keliru yang dimainkan oleh mafia pangan.

Dalam keterangannya, Amran menekankan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi kegaduhan soal harga beras. Ia menyebut langkah-langkah pengendalian harga yang dilakukan pemerintah kini berhasil menekan harga beras hingga stabil di angka Rp12.000–Rp12.500 per kilogram.

“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya ingin tegaskan kembali: pemerintah hadir untuk rakyat. Kita konsisten menjaga petani dengan HPP, sekaligus melindungi konsumen dengan HET,” ujar Amran, Senin (26/8/2025).

Baca Juga  Dukung Polri di Era Prabowo, Rahmad Sukendar Ingatkan Bahaya Narasi Pelemahan Institusi

Menurutnya, mafia pangan sengaja memainkan opini publik dengan menyebarkan narasi yang menyudutkan pemerintah. Namun, ia memastikan bahwa framing tersebut adalah keliru dan tidak berdasar. “Jangan percaya dengan narasi palsu yang dimainkan mafia pangan. Itu framing keliru!” tegasnya.

Amran mengungkapkan, keberhasilan menstabilkan harga beras adalah bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat. Dengan HPP (Harga Pembelian Pemerintah), petani tetap terlindungi, sementara HET (Harga Eceran Tertinggi) menjamin konsumen mendapatkan harga yang wajar.

“Harga beras sudah kita tekan, sekarang stabil di Rp12.000 sampai Rp12.500 per kilo. Ini bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat,” sambungnya.

Baca Juga  Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir Terima Lencana Kehormatan “Jer Basuki Mawa Beya” dari Gubernur Jawa Timur

Mentan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi permainan curang yang merugikan rakyat. Ia menyatakan, pemerintah bersama Satgas Pangan siap bertindak tegas kepada siapa pun yang mencoba memanfaatkan situasi.

“Kita tidak akan mundur. Siapa pun yang bermain curang akan ditindak tegas bersama Satgas Pangan,” katanya.

Selain menjaga stabilitas harga, Amran juga menekankan pentingnya solidaritas masyarakat untuk ikut melawan mafia pangan. Ia menilai, peran publik sangat besar dalam menolak hoaks dan mendukung kebijakan pemerintah.

Baca Juga  Peserta PKL di Diskominfo Majene Ditarik Hari Ini

“Mari kita lawan bersama mafia pangan, demi kedaulatan bangsa dan kesejahteraan petani serta konsumen. Negara hadir, negara tidak boleh kalah!” pungkasnya.

Dengan kebijakan yang tegas tersebut, Amran berharap masyarakat semakin yakin bahwa pemerintah benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat. Menurutnya, stabilitas pangan adalah kunci utama menjaga ketahanan nasional.

Amran pun menutup dengan ajakan agar semua pihak terus bersatu melawan mafia pangan. “Ini perjuangan kita bersama, bukan hanya pemerintah. Jika rakyat dan negara bersatu, mafia pangan tidak akan punya ruang untuk merusak bangsa,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *