Meski sejumlah petugas telah berupaya menenangkan, baik itu petugas Syahbandar maupun polisi, namun perempuan itu tak bisa diajak kompromi.
Salah seorang petugas Syahbandar Majene, Ayyub saat dihubungi mengatakan, terjadi keterlambatan pemberangkatan sekira 20 menit karena persoalan perempuan tak mau ditinggal.
“Itu perempuan mengamuk, soalnya tidak dibolehkan berangkat ke Kalimantan. Kita tidak tahu apa masalahnya. Yang jelas dia ngotot tidak mau berangkatkan pacarnya,” ujarnya.
Ayyub menambahkan, akhirnya, agar tidak berlarut-larut persoalan yang membuat pemberangkatan tertunda, pacar perempuan tersebut diturunkan untuk selesaikan masalahnya dulu. “Akhirnya pacarnya diturunkan, dia bisa berangkat kembali kalau mau menyusul ke Silopo. Atau nanti pemberangkatan berikutnya lagi, ” ujar Ayyub.
Ayyub beralasan, pihak pelabuhan tak mau memberangkatkan kapal dulu kalau masih ada masalah, takutnya terjadi apa-apa, jadi biar dia selesaikan dulu masalahnya. (Syarifuddin Andi)







