SWARAMANDAR.COM, MAJENE — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Direktorat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polri ke-80 dimaknai sebagai pengingat pentingnya kewaspadaan kolektif dalam menjaga keutuhan negara. Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene, Muhammad Aslam Fardyllah, S.H., menegaskan bahwa stabilitas nasional tidak bisa dijaga oleh satu institusi saja, melainkan menuntut sinergi kuat lintas aparat penegak hukum dan keamanan, khususnya TNI–Polri.
Mengusung tema “Indera Waspada Negara Raharja (1946–2026)”, Aslam menyebut Intelkam Polri telah memainkan peran strategis sejak awal berdirinya Republik Indonesia sebagai garda terdepan deteksi dini terhadap berbagai ancaman negara.
“Intelkam adalah mata dan telinga negara. Namun kewaspadaan tidak boleh berhenti di Polri saja. Kejaksaan, TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga keamanan nasional,” tegas Aslam dalam keterangan tertulis, Kamis (2/1/2026).
Menurutnya, tantangan keamanan saat ini jauh lebih kompleks dibanding masa lalu. Ancaman tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga merambah ke kejahatan ekonomi, konflik sosial, radikalisme, hingga disrupsi informasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan mutlak.
Poster resmi peringatan HUT Intelkam Polri ke-80 yang dirilis turut menampilkan simbol sinergitas berbagai institusi, mulai dari Polri, Kejaksaan RI, hingga Pemerintah Kabupaten Majene. Tagline “BISA” dan “Betah Makassar” menjadi penegas semangat kebersamaan dan komitmen daerah dalam mendukung keamanan nasional.
Aslam berharap, peringatan ini tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi menjadi refleksi bersama untuk memperkuat sistem kewaspadaan negara dari pusat hingga daerah.
“Semangat ‘indera waspada negara’ harus hidup di setiap elemen bangsa. Masyarakat juga perlu dilibatkan secara aktif dengan cara peduli, waspada, dan berani melaporkan potensi gangguan keamanan,” ujarnya.
Kejari Majene, lanjut Aslam, terus mendorong partisipasi publik sebagai bagian dari sistem deteksi dini, sejalan dengan peran Intelkam Polri dalam menjaga ketertiban umum, keamanan nasional, dan keberlangsungan pembangunan.
Peringatan HUT Intelkam Polri ke-80 ini menjadi penanda bahwa menjaga negara bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa.







