SWARAMANDAR.COM, POLMAN, – Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Campalagian, Polres Polewali Mandar, bergerak cepat membantu pemadaman kebakaran yang melanda empat rumah warga di Dusun Rappogading Selatan, Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, pada Jumat (26/12/2025) sore.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 16.30 Wita. Api pertama kali muncul dari area dapur rumah milik warga bernama Aco, yang saat kejadian dalam keadaan kosong karena penghuninya sedang berada di luar untuk mengurus keperluan sehari-hari. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya, yang sebagian besar terbuat dari bahan kayu sehingga mempercepat penyebaran api.
Kapolsek Campalagian, IPTU H. Harifuddin, menyampaikan bahwa pihaknya langsung merespons laporan pertama dari masyarakat hanya dalam waktu lima menit setelah kejadian terjadi. Personel segera dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman sekaligus mengamankan area agar tidak terjadi kerumunan yang dapat menghambat akses tim pemadam kebakaran.
“Begitu menerima informasi dari warga melalui telepon dan pesan singkat, personel kami langsung menuju lokasi. Kami fokus membantu pemadaman, mengatur akses jalan untuk mobil pemadam kebakaran, serta memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi dengan mengarahkan mereka ke titik kumpul yang aman,” ujar IPTU Harifuddin dalam keterangan resmi.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Polewali Mandar serta pihak swasta terkait dikerahkan untuk menjinakkan api. Setelah hampir satu jam penuh berjibaku melawan kobaran api, api akhirnya berhasil sepenuhnya dipadamkan sekitar pukul 17.40 Wita. Setelah itu, petugas kepolisian bersama warga masyarakat melakukan pembersihan pascakebakaran dan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendukung proses penyelidikan selanjutnya.
Dalam insiden tersebut, berkat kerja sama yang cepat antara polisi, Damkar, dan masyarakat, tidak ada korban jiwa yang melaporkan. Namun, kerugian materiil yang ditimbulkan ditaksir mencapai sekitar Rp155 juta, yang mencakup kerusakan pada bangunan rumah serta barang-barang berharga di dalamnya.
Adapun rumah warga yang terdampak yakni:
- Rumah panggung milik Hadaria alias Mama Ratna (rusak ringan)
- Rumah panggung milik Yallo alias Mama Andri (rusak berat, sebagian besar bagian atas rumah runtuh)
- Rumah panggung milik Aco (rusak ringan)
- Satu unit rumah permanen milik Ihwan (rusak ringan pada bagian dinding dan atap)
Kapolsek Campalagian menambahkan, hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Tim penyelidik telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata serta mengambil bukti fisik dari lokasi kejadian guna mengungkap sumber api yang tepat. Beberapa kemungkinan penyebab yang sedang diteliti antara lain korsleting listrik atau sisa api yang tidak benar-benar padam di area dapur.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi kebakaran yang sering bersumber dari dapur dan instalasi listrik, terutama di musim kemarau yang membuat bahan bangunan lebih mudah terbakar.
“Kami mengingatkan warga agar selalu memastikan kondisi dapur setelah digunakan, mematikan semua perangkat listrik yang tidak terpakai, serta melakukan pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik di rumah. Pencegahan adalah langkah terbaik agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegasnya.
Hingga malam hari, situasi di lokasi kebakaran dilaporkan aman dan kondusif. Pihak pemerintah lokal juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan bantuan sementara kepada korban kebakaran, seperti tempat tinggal sementara dan kebutuhan pokok harian.







