SWARAMANDAR.COM, MAJENE — Pembangunan WC guru di SD Negeri 41 Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, yang dibiayai melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025 senilai Rp1 miliar lebih, menuai kritik. Investigasi menemukan sejumlah kejanggalan mulai dari lokasi, kualitas pekerjaan, hingga administrasi proyek.
Bangunan WC justru berdiri di pinggir jalan cor Kelurahan Rangas, bukan di dalam area sekolah. Pagar sekolah bahkan dirubuhkan demi pembangunan tersebut, sehingga kelas terhalang pandangan dari luar. “Biasanya WC itu di samping atau belakang sekolah, bukan di depan,” ujar salah seorang warga.

Kepala sekolah, Nur Bania, mengklaim lokasi pembangunan sudah sesuai lahan sekolah. Namun ia juga mengakui WC tidak memiliki bak pembuangan karena tidak tercantum dalam RAB yang disusun konsultan.
Masalah lain muncul karena perobohan pagar dilakukan diduga tampa tanpa ada berita acara resmi. Padahal pagar itu dibangun dengan uang negara. Hal ini menimbulkan dugaan lemahnya pengawasan dan transparansi proyek.
Dari sisi teknis, pemasangan sloof tiang dinilai asal-asalan karena tidak terikat dengan besi lainnya. Besi tiang yang rapuh diduga hanya akan diganti sebagian, sementara atap dan plafon didahulukan pekerjaannya. Ironisnya, jika besi tiang di bongkar otomatis plafon pun di bongkar ulang jika tidak di bongkar artinya hanya diganti setengah, bukan keseluruhan.

Dengan anggaran Rp1.008.283.331 dari APBN, kualitas kerja yang buruk ini dikhawatirkan menyalahi tujuan program revitalisasi. Publik mendesak aparat pengawas turun tangan memeriksa proyek yang diduga dikerjakan asal jadi tersebut.







